Beranda ACEH TENGAH

Tagore Sesalkan Penutupan Posko Covid 19 di Bener Meriah

BERBAGI

Riswandika: Bukan Ditutup, Tapi Dirampingkan

Redelong (LeuserAntata): Tagore AB mantan anggota DPR-RI , sesalkan sikap Pemkab Bener Meriah yang menutup Posko Covid 19 di Jalan masuk kabupaten tersebut, seperti di KM 35, Kec Pintu Rime Gayo dan Posko di Buntul Fitri Kec Permata.

“Penutupan ini sangat di sayangkan, pasalnya di daerah tetangga seperti Lhokseumawe, Aceh Timur virus corona sedang merebak. Mengapa daerah kita yang berbatasan langsung dengan kabupaten tersebut, posko ditutup,” ujar Tagore yang juga mantan Bupati Bener Meriah ini, Sabtu (20/6/2020).

Dia menambahkan, ini perintah Presiden Jokowi, bahkan WHO, yang memerintahkan kalau kita tetap harus melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus corona, meskipun memasuki tahap new normal, namun protokoler kesehatan harus tetap dijalankan.

“Seharusnya Pemerintahan Bener Meriah, lebih memperketat lagi akses masuk di perbatasan, agar orang luar masuk ke wilayah ini tidak sembarangan. Ini malahan posko di tempat strategis yang dibubarkan. Apa rakyat mau dibiarkan terpapar dan sakit? ,” sesal Tagore.

Sebelumnya, Riswandika Putra Jubir Gugus tugas Covid 19 Bener Meriah menyatakan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membubarkan  posko Covid-19 di perbatasan Bener Meriah dengan kabupaten tetangga.

Ada dua posko yang dibubarkan, posko perbatasan di Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG) dan posko yang berada di kecamatan Permata.

Menurut Riswandika, sebenarnya bukan dibubarkan namun digabungkan. Selain dua posko perbatasan tersebut, ada dua lagi posko yaitu posko utama di GOS Bener Meriah dan posko Balai Latihan Kerja, Weh Pesam. Nanti semua akan terpusat di BLK.

Alasan penggabungan ini dilakukan karena Aceh sudah masuk ke suasana new normal. Sehingga dimasa yang akan datang pihak Pemkab akan lebih mengefektifkan posko tingkat desa.(MN)

Komentar Via Facebook