Beranda ACEH TENGAH

Sukses Didik Anak, Maryani Ibu Tangguh Penjual Bawang

BERBAGI

DISELA-SELA terik  matahari, seorang wanita paruh baya, berbadan gemuk, berkulit sawo matang, sabar menunggu pembeli. Dia adalah sosok wanita tangguh memiliki enam orang anak.

Anak- anaknya terbilang sukses, ada yang jadi bidan, konsultan, pegawai PLN dan tentara di pasukan raider, kini bertugas di Papua.

Nama ibu ini Maryani, 56, tetapi dia lebih dikenal dengan panggilan ibu Eva, salah seorang dari pedagang bawang dan kentang di Paya Ilang Takengon, Aceh Tengah. Suaranya lepas tanpa beban ketika ditemui.

Dia sudah 7 tahun membantu suaminya, dia berjualan kentang, bawang di Pasar Paya Ilang. Hasil keringatnya sudah membuahkan hasil. Rata-rata setiap bulanya dia mendapatkan penghasilan mencapai Rp 7 juta.

Ketika ditemui santri dayah, dalam rangka pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Aceh Tengah, Rabu (11/11/2020), wanita yang terlihat masih energik ini tidak sungkan menjelaskan kisah hidupnya.

Dia merupakan penduduk Dusun Satu, Jalan Lembaga, Kemili Takengon. Berdagang dilakukanya, karena ingin anak-anaknya sukses, dan dia juga jurusan perdagangan dari SMK negeri Takengon tahun 1985.

Ibu Eva tidak peduli panas dan hujan, senantiasa dia menjual dagangan utamanya, kentang dan bawang. Barang ini dia dapatkan dari petani dan penjual bawang yang mengantarnya, ada kalanya sesekali dia menjemput barangnya.

Dia tidak mau anaknya susah seperti dia, makanya dia rela melakukan apapun demi sibuah hati.” Semoga anak-anak saya kelak hidupnya tenang, alhamdulilah semuanya sudah berhasil, hanya satu lagi si bungsu sekarang bersekolah di SMA 8,” sebut Ibu Eva.

Dari jerih payah membantu suaminya, dalam mendidik anak anaknya, keringat ibu ini sudah membuahkan hasil. Anaknya yang pertama, perempuan sudah menjadi bidan. Dua anak lelakinya menjadi konsultan.

Satu menjadi tentara yang bertugas di Papua, satu lagi mengikuti jejaknya menjadi pedagang dan si bungsu masih duduk dibangku SMA.

Pahit manisnya sebagai pedagang di Paya Ilang sudah memberikan nuansa baru pada kehidupan masyarakat di Gayo. Semengatnya yang pantang menyerah dalam mendidik buah hati patut di tiru, dia telah berhasil mendidik anak-anaknya.

Kemaun mampu mengalahkan keadan. Bila dilakukan dengan sunguh sunguh, apapun pekerjaan itu akan berhasil. Bau amis dan aroma bau lainya di Paya Ilang telah membuatnya tegar. Sosok Ibu, sosok istri yang tak kenal lelah dalam berjuang.[] **Oleh: Maulida Sari

(Santri Dayah Terpadu Al Azhar, Aceh Tengah, peserta pelatihan Jurnalistik Dinas Syariat Islam dan Pendidikan dayah)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here