Beranda ACEH TENGAH

Soal Program MCK Asal Jadi di Merah Jernang Warga Akan Lapor Ke Bupati

BERBAGI

TAKENGEN (LeuserAntara): Terindikasi ratusan juta uang pembangunan MCK melalui Program Sanitasi Pedesaan (Sandes) TA 2021 di Kp. Merah Jernang, Kec. Atu Lintang, Kab.Aceh Tengah telah “digelapkan” secara berjamaah oleh pelaksana kegiatan.

Program Sandes di bawah tanggungjawab Dinas Perkim Aceh Tengah ini belum kunjung selesai. Sebagian MCK yang dibangun asal jadi, tidak ada dinding penutup closet duduk.

Diduga lantaran anggaran peruntukannya “raib”, warga di sana terpaksa memunggu penyelesaian MCK tanpa kepastian. Material bantuan berupa beberapa lembar papan dan broti mulai membusuk. Sejumlah batako dan pintu untuk pembuatan MCK tergelak tak terawat di samping rumah penerima manfaat.

Berdasarkan fakta dilapangan, kuat dugaan ratusan juta rupiah uang negara “terbuang” sia-sia di program Sandes tersebut. Warga tidak tau harus mengadu ke mana. Sedangkan sebelumnya, persoalan ini sudah dilaporkan warga ke pihak kecamatan tapi belum ada tindak lanjut.

“Kami tidak tau berapa dana untuk pembangunan MCK ini. Kami hanya diupah untuk membuat sendiri, itu juga uangjasanya belum terbayar,” sebut Hasanuddin, warga Merah Jernang, saat memberi keterangan pers baru-baru ini ke awak media.

Ia mengatakan, dirinya berharap pihak pengerja program Sandes segera menyelesaikan pembangunan MCK. “Saya dengar biaya untuk program ini sudah habis, mereka harus bertanggungjawab. Jangan dananya habis, tapi pekerjaan tidak diselesaikan,” pintanya.

Warga lainnya menyebutkan, sebagian kecil MCK di sana sudah ada yang rampung dibuat. Namun, mayoritas menggunakan dana pribadi, dengan janji akan dilunasi setelah pembangunannya rampung.

“Dulu, saat pihak pengawas datang, para aparatur kampung yang terlibat dalam pengerjaan program ini hanya menunjuk MCK milik warga yang sudah selesai dibuat. Mungkin tujuannya untuk mengelabui laporan kegiatan. Tapi faktanya masih banyak belum kunjung tuntas pembayarannya,” ungkap sumber ini.

Atas persoalan ini, warga di daerah pinggiran Kota Takengen ini berencana akan menyampaikan keluhannya ke bupati Aceh Tengah. “Jika tak kunjung diselesaikan, ada rencana kami untuk melaporkannya ke bupati Aceh Tengah. Warga di sini akan mendatangi kantor bupati untuk beraudiensi,” kata warga lainnya di sana.

Sementara itu, Reje Kampung Merah Jernang, Didin Wahyudin, saat hendak dimintai keterangannya, Sabtu (20/8) via jaringan selular, handphonenya tidak aktif.(Irwandi MN)

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here