Beranda ACEH TENGAH

Saat Daerah Gayo Lut Alami Lonjakan Kasus Covid-19

BERBAGI

ADA lelah di raut wajah pria ini. Namun kesan tersebut seperti diabaikannya. Sebagaimana biasanya ketika ditemui, sikapnya begitu ramah walau dibalut kesibukan tuntutan tugas sebagai Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Adalah Yunasri, Jubir Satgas Covid-19 Aceh Tengah di Provinsi Aceh. Saat diwawancarai penulis, ia memaparkan kondisi kekinian terkait penangganan Covid-19 yang mengalami lonjakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sejak dua bulan terakhir.

“Sejak April lalu hingga Mai 2021 Aceh Tengah mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid, angkanya mencapai 125 kasus, termasuk didalamnya ada penambahan 17 kasus hari ini,” kata Yunasri, menjawab LeuserAntara.com, Selasa (25/5) di Posko Penanganan Covid-19 Kota Takengon.

Secara keseluruhan sejak 2020 lalu sampai di penghujung Mei 2021, kasus Covid-19 di daerah penghasil kopi ini telah mencapai angka “mengkhawatirkan”. Total terkonfirmasi positif 336 kasus.

“Pada Januari sampai Maret kasus covid mengalami penurunan, hanya; satu, dua orang saja yang terkonfirmasi. Namun lonjakan terjadi sejak April 2021 dengan penambahan 56 kasus dan pada Mei kembali bertambah 69 kasus. Sedangkan dalam kondisi kritis 1 orang dan yang sudah meninggal dunia 9 orang,” ungkap Yunasri.

Kondisi ini sangat mencemaskan, apalagi secara umum Provinsi Aceh mendapat perhatian nasional karena mengalami peningkatan kasus corona 4 persen. Sementara di tingkat nasional hanya mengalami kenaikan 2 persen.

“Kami segenap tim Satgas tentunya sudah berupaya optimal untuk menanggani kasus Covid ini. Namun, hemat kami, lonjakan ini bisa terjadi lantaran rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan Prokes.”

“Terutama memasuki awal tahun ini, ada warga yang merasa lengah, tidak peduli dengan pentingnya menggenakan masker. Kemudian ada kecendrungan mereka enggan membiasakan mencuci tangan maupun menjaga jarak saat beraktifitas,” lanjut Yunasri.

*Mencegah Lonjakan Kasus Corona

Guna mencegah terjadinya lonjakan kasus, Yunasri berpendapat, selain masyarakat diharap mematuhi Prokes dengan menerapkan 3M, juga harus melakukan perubahan prilaku dalam upaya mencegah bahaya Covid-19.

“Kita harus secara bersama-sama berupaya memutus mata rantai masalah corona ini. Kita hendaknya sadar ini menyangkut jiwa nanusia, jadi ancaman bahayanya bukan induvidu per induvidu saja, namun bisa menyerang keluarga maupun orang lain di sekitarnya. Dari itu, patuhi apa yang telah diterapkan pemerintah dalam upaya mencegah dan mempercepat penanganan,” sebutnya.

Sementara itu, tambah Yunasri, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus corona di daerah “Gayo Lut” itu, pihaknya pada 31 Mei mendatang akan kembali mengaktifkan Rumah Sakit Umum Regional di Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing.

“Saat ini mayoritas pasien ditangani di RSU Datu Beru Takengon dengan status sedang dan berat. Tapi dalam waktu dekat, untuk pasien kasus penanganan ringan akan di tambah 26 tempat tidur di RSU Regional Belang Bebangka.”

“Selain itu, tentu pengawasan dan upaya penting lainnya terus kami lakukan dalam upaya mencegah dan menangani ancaman bahaya Covid-19 ini. Mohon do’anya semoga bencana kesehatan ini segera berlalu,” tukas Yunasri sembari menyampaikan Aceh Tengah masuk zona kuning dalam peta resiko Covid-19 di Provinsi “Serambi Mekkah” itu.**Oleh: Irwandi MN

 

 

 

 

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here