Beranda BERITA

Puisi:”Padi Menguning”

BERBAGI

 

Dari sawah yang tersisa

di hamparan ayangan

sawah sawah berpetak

yang menahan air bermalam

demi tumbuhkan bulir

menyambung napas petani

mana tahu bisa menambah amal

dari waktu ke waktu agar tak sia

karena napas, adalah pinjaman pada raga

padi, hanyalah usaha

melambatkan napas tak cepat berlalu…

Untuk asa dan do’a

petani pada Khaliqnya

berharap Allah Ridha

dengan segala ikhtiar, sebagai manusia

yang tak lebih dari hamba….

berhentilah jadi aku…

karena aku

karnaku.[] (Ayangan 14 Juni 2020)

*Oleh: Win Ruhdi Bathin (Petani Gayo, Aceh Tengah. Pernah menulis di sejumlah media cetak di Aceh dan aktif menulis di Kompasiana.com)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here