Beranda BERITA

Polisi Buru Kelompok Bersenjata di Aceh Timur

BERBAGI
Foto headline Serambi Indonesia Sabtu (11/10/2014).
Direktur Yayasan Adovokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin (kedua kiri) bersama kelompok sipil bersenjata di pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Jumat (10/10). Kelompok sipil yang mengaku mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dibawah pimpinan Nurdin bin Ismail Amat alias Abu Minimi angkat senjata melawan Pemerintah Aceh untuk menuntut keadilan. (sumber: Antara/Str)
Direktur Yayasan Adovokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin (kedua kiri) bersama kelompok sipil bersenjata di pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Jumat (10/10). Kelompok sipil yang mengaku mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dibawah pimpinan Nurdin bin Ismail Amat alias Abu Minimi angkat senjata melawan Pemerintah Aceh untuk menuntut keadilan. (sumber: Antara/Str)

ACEH TIMUR – Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Timur terus memburu dua kelompok bersenjata yang muncul dan melakukan tindakan kriminal di wilayah Aceh Timur, Aceh. Polisi membentuk tim khusus untuk memburu kelompok bersenjata yang mengancam melumpuhkan perekonomian Aceh tersebut.

“Kami masih selidiki. Satuan Reskrim Polres Aceh Timur sudah bertindak. Kami bentuk tim khusus,” kata Kapolres Aceh Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Muhajir Senin, 13 Oktober 2014.

Sebelumnya, Sabtu, 10 Oktober 2014, kelompok bersenjata di bawah pimpinan Nurdin alias Abu Minimi muncul ke publik lewat media televisi dan harian lokal. Mereka mengaku terpaksa bergerilya untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah Aceh. Mereka menuntut keadilan.

Selain mengancam akan melumpuhkan perekonomian Aceh, Abu Minimi dan rekannya juga kerap melakukan sejumlah aksi kriminal. Salah satu kasus yang melibatkan Abu Minimi adalah melakukan penculikan terhadap warga negara Skotlandia pada Juni 2013 lalu.

Berselang satu hari kemudian, sekelompok pria bersenjata membakar dua unit alat berat di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Kelompok ini diduga merupakan kelompok bersenjata lainnya yang dipimpin oleh seseorang yang dikenal dengan sebutan Raja Rimba.

Dengan menenteng senjata, kelompok Raja Rimba mendatangi lokasi dan membakar dua alat berat. Dua alat berat tersebut diketahui sedang mengerjakan proyek perbaikan jalan lintas Lokop-Peureulak. Pelaku juga sempat menelepon pengawas proyek dan meminta uang Rp200 juta.

Saat ini polisi terus memburu kedua kelompok bersenjata tersebut. Abu Minimi yang muncul melalui media tersebut diketahui masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Timur. “Mereka DPO kami. Kapan pun tetap kami buru,” kata Muhajir.

Salah seorang warga mengaku resah dengan kehadiran kelompok tersebut. Warga yang tidak ingin namanya disebut itu berharap pihak kepolisian segera menangkap kelompok bersenjata tersebut.

“Kita takut saat udah damai gini ada saja orang masih pakai senjata. Semoga saja polisi bisa cepat-cepat nangkap mereka,” kata warga tersebut. (Viva)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here