Beranda BENER MERIAH

Penerima BLT di Mesidah Menurun Drastis

BERBAGI

Redelong (LeuserAntara): Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Bener Meriah, penerima Keluarga Penerima  Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2020 di Kecamatan Mesidah menurun drastis.

Demikian disampaikan oleh Kabag Humas  Bener Meriah Hasyimi IB, S.KM, M.Kes diruang kerjanya, Jum’at (29/1/2021$.

Dijelaskannya, dari angka-angka yang disampaikan, kalau pada tahun 2020 jumlah penerima sebanyak 396 KK, di tahun 2021 ini turun cukup siginifikan yaitu dengan jumlah 103 KK.

Berarti, ada penurunan sebanyak 293 KK, ini suatu prestasi yang membanggakan, sementara untuk kecamatan yang lain kita belum memperoleh datanya, ungkap Hasyimi.

Meski secara keseluruhan terjadi pengurangan cukup besar, namun ternyata secara desa/kampung ada satu kampung dalam Kecamatan Mesidah yang jumlah penerima BLT dana desa ini masih tergolong tinggi.

Walaupun ada penurunan namun tidak begitu banyak, yaitu Kampung Simpang Renggali,”tahun 2020 penerimanya sebanyak 16 KK ditahun 2021 ini penerimanya berjumah 13 KK, turun hanya 3 KK, dan juga ada penambahan penerima BLT dana desa untuk tahun 2021 di Kecamatan tersebut yaitu kampung Perumpaken Benjadi dari  6 KK menjadi 8 KK ditahun 2021 ini, tapi secara keseluruhan hasilnya cukup membanggakan,” jelas Kabag Humas Hasyimi.

Kata Hasyimi, tujuan dari penyaluran BLT dana desa dan bantuan lainya, tentu dengan harapan  bisa menunjang perekonomian masyarakat yang terdampak oleh wabah Covid-19.

pemerintah mulai dari pusat, provinsi, Kabupaten, kecamatan sampai ketingkat desa/kampung selalu hadir untuk rakyatnya agar rakyatnya bisa bertahan  dari segi ekonomi apalagi di saat negeri ini dilanda wabah yaitu Covid-19 yang kita semua tidak tau kapan wabah ini akan punah, paparnya.

“Dalam setiap kesempatan bupati dan Sekda selalu mengingatkan, para camat dan khususnya kepada para reje kampung sebagai operator penyaluran BLT dana desa di tingkat desa masing-masing agar benar-benar menjalankannya sesuai aturan yang berlaku, jangan ada unsure  lain, jelas Hasyimi.(MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here