Beranda ACEH TENGAH

Pacu Pembangunan Jembatan, Dongkrak Ekonomi Warga di Ketol

BERBAGI

TAKENGEN (LeuserAntara): Guna pengembangan suatu kawasan di Aceh Tengah, saat ini perlu dipacu pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya pentingnya jembatan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar saat melakukan peninjauan jalan penghubung antar kampung, Rabu (3/6) di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Tepatnya pada ruas jalan dari dan menuju Kampung Kekuyang-Bintang Pepara-Pantan Reduk-Karang Ampar-Bergang yang tembus ke Digul, Bener Meriah.

Dalam peninjauan ini, orang nomor satu di daerah kopi itu mengaku, hal ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap program pembangunan yang telah dilakukan serta kaitannya dengan rencana program pengembangan wilayah khususnya dalam bidang infrastruktur jalan dan jembatan.

Disamping itu, “roadshow infrastruktur” ini juga sebagai tindaklanjut dari keluhan dan aspirasi yang kerap disampaikan warga mengenai kondisi badan jalan yang sempit. Beberapa titik rusak dan berlubang, serta sering tertimpa longsor bila musim penghujan tiba.

“Disini potensi pengembangan kawasannya sangat menjanjikan. Namun sayang, kondisi infrastruktur jalannya masih belum memadai,” tutur Shabela.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah ini perlu terus dipantau, agar masyarakat mudah dalam mengangkut hasil pertanian dan juga sebagai arus transfortasi orang dan barang. Apalagi kawasan ini langsung berbatasan dengan Bener Meriah.

Selain memelihara dan melakukan peningkatan badan jalan yang ada, ia juga berpendapat bahwa program pembangunan jembatan di sungai Peusangan akan lebih efektif dalam mendekatkan jarak transportasi antar kabupaten.

Misalnya jembatan gantung yang terletak di Kampung Bintang Pepara, saat ini sangat efektif dalam menghubungkan warga dua kabupaten Aceh Tengah-Bener Meruah sebagai jalur alternatif meskipun hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Adanya peningkatan konstruksi jembatan ini akan mendorong konektifitas pengangkutan barang dan jasa serta peningkatan produktifitas pengangkutan hasil komoditi pertanian menjadi lancar.

“Totor ayun (jembatan gantung, red) ini merupakan jalur alternatif yang telah lama dipergunakan dan menghubungkan warga dua kabupaten. Kalau jembatan ini bisa dibangun akan mendekatkan aktifitas ekonomi warga di sekitar kawasan ini,” sebutnya.

Pembangunan jalan dan jembatan ini juga akan mendekatkan jarak dan waktu tempuh ke kampung terdekat. “Mungkin hanya 2,5 km saja dari seberang sungai ini kita sudah sampai ke Kampung Cekal Baru, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah. Jalur ini jauh lebih dekat ke kabupaten tetangga, dibandingkan jalur  lama,” jelasnya.

Apalagi lanjutnya, di kawasan ini nantinya akan dibangun proyek PLTA Peusangan III dan IV dengan kapasitas 2 x 57 MW. “Jadi infrastruktur pendukung, perlu dipacu mulai dari sekarang, agar investasi ke kawasan ini terus berkembang,” tukas Shabela.[] (rel/Editor: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here