Beranda BERITA

Miris Getah Pinus Gayo Lues Diolah Tanpa Izin

BERBAGI

Gayo Lues (LeuserAntara): Sejumlah perusahaan getah pinus yang beroperasi di Kab. Gayo Lues, Provinsi Aceh diduga belum memiliki izin dan “mengangkangi” aturan pemerintah.

“Dari 17 perusahaan, hanya 2 badan usaha yang sudah mengurus SITU dan SIUP di Gayo Lues. Selebihnya pihak perusahaan membandel dengan mengaku mengantongi izin dari provinsi. Ini tentunya sangat rancu. Seharusnya pemilik perusahaan juga harus mengurus izin dari wilayah di mana ia mengolah getah,” sebut Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ibrahim, menjawab LeuserAntara. com, Jumat (1/2).

Dijelaskan, adapun dua perusahaan yang mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) maupun Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yakni; PT Kencana Hijau Bina Lestari dan CV Gayo Cahya Negri.

Sedangkan, perusahaan yang belum mengurus izin pengolahan getah Pinus di Gayo Lues adalah;  PT Ika Trias Serangkai, PT Muzakar Kongsi, CV Pia Rika Lestari, PT Inhutani IV dan CV Bintang Jaya Makmur .

Selanjutnya; PT Sylva Oleo Nusantara, PT Sinar Jaya Sukses Perkasa, PT Aneuk Radja Nanggroe, UD Rizkan, Koperasi Uyem Lestari serta KSU Sara Ate.

“Kami sudah mengundang seluruh perusahaan tersebut untuk membahas soal izin ini pada 19 November 2018. Namun hingga kini mereka belum mengurus izin di sini. Artinya mereka tidak mengindahkan imbauan Pemda melalui instansi perizinan Gayo Lues,” ungkapnya.

Lain itu, tambah Ibrahim, pihak perusahaan getah pinus selama ini mempekerjakan tenaga lepas ditaksir mencapai ribuan orang dan terindikasi tidak memiliki KTP Gayo Lues.

“Mereka juga tidak mengunakan tenaga kerja lokal di sini. Data pekerja getah dari luar daerah  ini masih buram. Dari itu kami juga meminta dinas Nakertrans bisa mendata ulang pekerja luar yang bekerja di getah pinus Gayo Lues guna menghindari hal-hal tak diinginkan. Apalagi dalam waktu dekat Pemilu akan digelar,” harapnya.

Hal lainnya, lanjutnya, para pekerja getah yang bekerja di bawah perusahaan di sana mayoritas tidak mengenakan badge (Id card). Mencuat kesan para pekerja ini bekerja secara illigal tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Meski saat ini daerah ini belum mempunyai kantor Imigran dalam hal mendata keluar masuknya tenaga lepas asing  maupun dalam negeri, namun salah satu solusi bisa kami tawarkan untuk mengurus Id card di sini. Kami siap melayani dan membuat badge  tanda pengenal dengan batas jangka waktu tertentu,” ucap Ibrahim.

Atas ragam persoalan tersebut ia juga mengutarakan, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali membuat pertemuan lanjutan guna membahas secara rinci getah Pinus hasil alam Gayo Lues bersama segenap unsur Forkopimda (Bupati-Dandim-Kapolres) dan SKPK terkait lainnya.

“Ini masalah serius, jika dibiarkan daerah ini sangat dirugikan dalam pengelolaan hasil kekayaan alamnya. Tentu kami berharap setiap perusahaan getah ini bersedia mengurus izin  usahanya sesuai peraturan perundang-undangan,” tukas Ibrahim.[] (Ir)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here