Beranda ACEH TENGAH

Milyaran Dana Insentif Tenaga Medis Covid19 “Mangkrak”

BERBAGI

TAKENGEN (LeuserAntara): Sekitar Rp 7,9
milyar dana insentif tenaga medis dan para medis Covid 19 untuk tahun 2021 di RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah hingga kini belum kunjung cair.

Hal itu dikeluhkan para petugas medis penanganan Covid19 di daerah dingin itu. “Sampai saat ini kami baru terima lima bulan dana insentif covid tahun 2021. Namun sisanya untuk bulan Juni s/d Oktober 2021, insentifnya belum kunjung dibayar,” kata seorang sumber (tenaga kesehatan RSU-Datu Beru) yang enggan identitasnya dipublis.

Informasi diperoleh, ada ratusan tenaga kesehatan  di Aceh Tengah yang belum menerima insentif penanganan Covid19, dengan total besar anggaran sekitar Rp7, 9 milyar, bersumber dari Kemenkes RI.

Dana tersebut “mangkrak” lantaran diduga digunakan (dialihkan) oleh Pemda Aceh Tengah untuk kegiatan “lain” di luar peruntukannya. Menelusuri benar atau tidaknya informasi dimaksud, media ini melakukan konfirmasi dengan pihak dinas terkait.

Apakah benar dana tenaga medis milyaran tersebut sudah turun dari Kemenkes RI? Dan selanjutnya diduga digunakan Pemda Aceh Tengah untuk talangan kegiatan lain?  Kadiskes Aceh Tengah, dr Yunasri saat dimintai keterangannya, Jum’at (17/6) sore di Takengon, dengan tegas membantah adanya pengalihan dana intensif tenaga medis Covid untuk menutupi kebutuhan pemerintah daerah.

“Tidak benar itu (dana insentif dialihkan-red)! Sekali saya tegaskan, perlu diketahui, dananya saja belum ada. Jadi bagaimana mungkin bisa dialihkan untuk kegiatan lain oleh pemerintah daerah. Ini tak benar,” ujar Yunasri.

Menurutnya, mengenai insentif sudah dilakukan berbagai upaya guna mencari solusi menyelesaikan pembayaran. Selain telah menyampaikan persoalan itu ke bupati Aceh Tengah maupun Sekda, pihaknya juga telah menjumpai Kementerian Kesehatan.

“Mengenai dana insentif covid19, pihak kementrian menyampaikan, bahwa hal ini menjadi tanggungjawab daerah. Tidak ada bantuan dari Kemenkes RI untuk itu, meski sebelumnya saya sudah meminta bantuan ke kementrian untuk tambahan DOK guna membayar insentif tenaga medis Covid19 di sini,” ungkapnya.

Pun begitu, lanjut dia, untuk insentif tenaga kesehatan penanganan Covid, pihaknya bersama bupati Aceh Tengah dan Sekda terus berupaya mencari solusi menyelesaikan pembayarannya.

“Kita tetap bertanggung jawab melakukan pembayaran insentif, hanya saja kapan itu dibayar? Tentu kita lihat saja bagaimana nantinya,” papar Yunasri seraya menambahkan dirinya juga sebelumnya sudah melakukan edukasi dengan tenaga kesehatan Covid19, mengenai belum cairnya dana intensif tersebut.

Sementara itu terpisah, Direktur RSU Datu Beru Takengen, Gusdarwin, saat dimintai keterangannya menyebutkan,  terkait “mandeknya” insentif Covid19, hal itu bukan kewenangan pihaknya.

“Saya tidak tahu persis penyebab belum cairnya sisa dana insentif covid 19  sejama lima bulan di tahun 2021. Coba tanya langsung ke dinas kesehatan saja, karena secara Juknis  insentif covid19 ini, merupakan kewenangan  dari Dinas Kesehatan, sedangkan pihak kami hanya pengguna aliran dana saja,” ungkap Gusdarwin.

Ia juga mengatakan, mengenai belum turunnya anggaran biaya insentif untuk tenaga kesehatan Covid19 di RSU Datu Beru, pihaknya juga sudah melakukan upaya koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan. Namun hingga kini dirinya belum  juga mengetahui secara pasti, kapan “uang jasa” tenaga medis Covid 19 ini akan dibayarkan.[] (Irwandi MN/foto dok: Kadiskes Aceh Tengah, dr. Yunasri di Kemenkes RI beberapa waktu lalu)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here