Beranda BENER MERIAH

Ekonomi Rakyat Merosot Pemda Bener Meriah Disorot

BERBAGI

REDELONG (LeuserAntara): Kecewa dengan kondisi masyarakat yang tidak menentu di tengah pandemi serta sektor pembangunan yang stagnan, ketua Tim Kampanye Pemenangan Ahmadi-Tgk Sarkawi kritik Pemda Bener Meriah.

“Saat ini ekonomi masyarakat terjepit. Harga kopi anjlok akibat pandemi Covid. Tapi belum ada solusi apapun dari Pemda Bener Meriah. Hal ini sangat mengecewakan dan perlu dipertanyakan,” kata Tgk Baharuddin Usman, tokoh masyarakat Bener Meriah menjawab LeuserAntara. com, Selasa (13/10) via selular.

Menurut Ketua Tim Kampanye  Pemenangan Ahmadi-Tgk Sarkawi itu, kritisi yang disampaikannya tersebut selain disebabkan ekonomi masyarakat merosot akibat harga kopi turun dan stagnannya pembangunan di daerah, juga lantaran kinerja bupati yang belum sesuai dengan visi misi dalam janji kampanye politik.

“Sudah tiga tahun berjalannya pemerintahan (Bupati Abuya Sarkawi-red), tapi hingga kini belum tercapai visi misi janji kampanyenya. Ini sangat mengecewakan masyarakat,” ungkap sosok yang akrab disapa Tgk Bahar ini.

Sebagaimana diketahui Tgk Bahar sebelumnya pengurus teras PKB Bener Meriah dan merupakan orang terdekat bupati Sarkawi di daerah penghasil kopi ini. Namun, apakah kritik yang ia lontarkan “berbau” politik? Dimana saat ini Tgk Bahar telah merapatkan diri ke Partai Aceh (PA).

Menjawab hal itu Tgk Bahar mengutarakan, kritik yang dicuatkannya tidak ada kaitannya dengan partai politik. “Tidak ada kaitannya dengan politik atau dengan saya bergabung di PA. Kritik saya juga tidak ada hubungannya dengan  pribadi Abuya. Tapi apa yang saya sampaikan murni dari pemikiran sendiri. Siapapun bupati tentu harus dikritisi apabila kebijakannya belum berpihak ke masyarakat.

“Jadi, kita sangat berharap Pemda Bener Meriah dibawah kepemimpinan Abuya bisa lebih fokus dalam memenuhi misi visi janji kampanyenya serta segera menangani persoalan jatuhnya harga kopi maupun resi gudang yang belum berfungsi . Kalau mengenai covid, saya kira hal ini sudah global, dan tentu sudah ada upaya penanganannya secara nasional,” tambahnya.

Lain itu, ditanya soal cuitannya via laman facebook dengan nama profil  Tgk Bahar Buntul bertuliskan; “Awalnya bergebu gebu akhirnya membisu, taman harmoni, kopi, wisata, Enang-Enang, MTQ, wakil bupati????????” Ia menuturkan, pernyataan tersebut adalah fakta, bagaimana kondisi kekinian pembangunan di Bener Meriah yang belum sesuai misi visi kampanye Abuya Sarkawi maupun turunnya ekonomi masyarakat akibat komoditi kopi sebagai sumber utama yang nilai jualnya terjun drastis.

“Sejauh ini Bener Meriah belum ada wakil bupatinya. Ini tentu berdampak terhadap normalnya jalan pemerintahan. Lain itu, coba lihat taman Harmoni, harusnya jadi taman wisata, tapi malah dihiasi rumput dimana-mana dan pembangunannya belum selesai. Belum lagi Jembatan Enang-Enang yang katanya sebagai Icon wisata daerah dan sudah diusulkan ke pusat, tapi bagaimana kelanjutannya? Sampai hari ini juga belum ada kejelasan. Kita khawatir ini akan jadi program ‘cat langit’ dan pembohongan publik.”

“Kemudian, MTQ tingkat provinsi se Aceh. Tiga kali keikut sertaan Bener Meriah yakni di; Idi, Sigli dan Abdya hasilnya belum memuaskan. Sementara, di 2021 mendatang daerah ini akan jadi tuan rumah. Ada anggaran milyaran rupiah uang rakyat digelontorkan,” sebutnya.

“Tentunya, besar harapan kita di bawah kepemimpinan Abuya Sarkawi, segenap peserta nantinya mampu mengharumkan nama daerah. Apalagi latar belakang bupati kita adalah ulama dan pimpinan pondok pesantren,” lanjut Tgk Bahar.

Diakhir wawancara, Tgk Bahar berharap di masa akhir jabatan Tgk Abuya selaku Bupati Bener Meriah dapat melakukan kebijakan terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat. Mencapai misi visi “Islami dan Harmoni” di Bener Meriah dan memberi perhatian serius terhadap persoalan harga kopi, guna membenahi ekonomi warga yang mulai merosot sejak munculnya pandemi Covid diakhir tahun lalu.[] (Lap. Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here