Beranda Uncategorized

Ditengah Kondisi Daerah Defisit, 26 Reje di Pegasing Gelar Studi Banding Ke Jember

BERBAGI

TAKENGEN (LeuserAntara): Ditengah situasi Kabupaten Aceh Tengah berpotensi defisit anggaran Rp60, 4 milyar, sebanyak 26 reje (kepala kampung) di Kecamatan Pegasing melakukan study banding ke Jember, Jawa Timur.

Kegiatan studi banding program pengembangan komuditi kopi ini diikuti selama sepekan dengan didampingi langsung Camat Pegasing, Syukurdi.

Informasi diperoleh, masing-masing reje dalam keberangkatan tersebut menggunakan dana desa dengan besaran sekitar Rp12 juta per kepala desa. Sedangkan dalam pendampingan, camat Pegasing menggunakan dana kegiatan rutin camat 2022.

“Kami dalam rangka studibanding kopi ke Jember. Saya ikut mendampingi. Program ini berjalan, berdasarkan permintaan para reje di tahun sebelumnya. Biaya Rp12 juta yang digunakan 26 reje bersumber dari dana desa,” kata Camat Pegasing, Syukurdi saat dimintai LeuserAntara.com keterangannya, Rabu (19/10) via selular.

Menurutnya, sasaran studi banding ke Jember tersebut dalam upaya meninjau potensi lahan dan bagaimana meningkatkan produksi kopi di sana untuk diterapkan di wilayah tugas masing-masing reje.

“Dari studi banding ini kita berharap nantinya setiap reje dapat merealisasikan hasil program ini, untuk meningkatkan potensi lahan yang ada dan memacu memaksimal hasil produksi kopi di setiap kampung di kecamatan,” jelasnya.

Keberangkatan studi banding para reje di Pegasing ini menjadi sorotan di masyarakat, selain ditengah kondisi daerah “terancam” defisit milyaran juga sebelumnya adanya pengurangan penghasil tetap (Siltap) honor prangkat desa sekitar 50 persen.

Namun saat ini justru, sebagian kepala desa, diduga menggunakan anggaran negara (Dana Desa) untuk kebutuhan lain yang seharusnya dana tersebut dapat dipergunakan untuk membantu menunjang pembangunan yang lebih urgen di kampung.

Sementara, Ketua Apdesi Kabupaten Aceh Tengah, Misriadi saat dikonfirmasi terpisah di Kota Takengen menjelaskan, dirinya tidak mendapat informasi resmi tentang keberangkatan para reje di kecamat Pegasing.

“Saya tidak mendapat laporan apapun dari para reje mengenai studi banding ke luar daerah itu. Saya tidak tau dalam agenda apa dan apa tujuan utama para reje di sana berangkat ke Jember, coba hubungi ketua forum Kecamatan Pegasing saja,” sebutnya singkat.

Informasi lain dihimpun, studi banding menjelang tutup tahun 2022 ini, dikabarkan juga dilaksanakan sejumlah reje di kecamatan lainnya yakni; Celala dan Bies, namun sejauh ini belum didapat data resmi dari pihak terkait. (Ir/foto.Ist)

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here