Beranda ACEH TENGAH

Diduga Oknum Disdik Aceh Tengah Lakukan Praktik “Kesepakatan Jahat” Dalam Program P3K

BERBAGI

TAKENGEN (LeuserAntara): Sekitar seribuan tenaga honor yang ingin melanjutkan masa bakti pada daerah melalui program P3K di Kabupaten Aceh Tengah, diduga dipersulit mendapatkan persyaratan daftar lintang maupun daftar pengguna anggaran (DPA) dan SK honor.

Kesulitan para pencari “status” ini dimanfaatkan oleh oknum yang bertugas di Dinas Pendidikan Aceh Tengah untuk meraup keuntungan di tengah sulitnya kondisi para tenaga honor yang ingin mengikuti program P3K di dinas pendidikan daerah itu.

Terindikasi modus oprandi yang di lakukan oknum pada dinas pendidikan Kabupaten Aceh Tengah membuat “kesepakatan jahat” dengan melakukan pungutan liar dengan melakukan kerjasama dengan salah satu foto copy yang berdekatan dengan kantor dinas Pendidikan Aceh Tengah.

Salah seorang guru honorer yang ingin mengikuti program P3K, kepada media ini Jumat (19/8) mengaku mendatangi dinas pendidikan kabupaten aceh tengah untuk meminta dokumen berupa SK DPA dan daftar lintang.

Namun oleh petugas di bidang GTT Dinas Pendidikan Aceh tengah menganjurkan untuk mendapatkan data yang di inginkan peserta di foto copy yang ada di sebelah kantor dinas tersebut.

“Saya minta data saya sewaktu honor seperti daftar lintang, SK, dan DPA tapi aneh nya data itu kok bisa ada di foto copy dan saya di wajibkan antuk membayar dengan biaya tidak wajar apa bila ingin mendapatkan data itu, bukan nya data itu hak kami kenapa kami harus bayar lagi untuk mendapat kan nya,” sebut sumber yang tidak ingin identitasnya dipublikasi.

Pelaksana tugas Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Muslim ketika di konfirmasi perihal dokumen tenaga honor di dinas pendidikan yang ditebus di foto copy mengatakan kan tidak mungkin untuk mengcopy ribuan pendaftat tersebut dilakukan secara gratis.

“Siapa yang bilang (ada beban biaya foto
copy tidak wajar-red). Mana orangnya biar saya pukuli. Kami sudah capek kerja, dan lagian dimana ada foto copy gratis. Pasti bayar, kalau ngak biar saya kumpulkan semua panitia ini biar saya bubar kan, kami sudah 6 hari tidak tidur ngurus data ini,” katanya.

Saat dimintai keterangan lanjutan, pelaksana tugas di Sekretaris Dinas ini menyatakan, tidak keberatan jika besarnya biaya fotocopi tersebut hingga mencapai jutaaan rupiah. “Mau dua juta juga itukan bukan urusan saya. Itu urusan peserta yang mrlengkapi dokumen persyaratan mendaftar,” ucapnya.

Persoalan adanya “pungutan” mengenai besarnya biaya untuk pembuatan dokumen P3K ini juga mulai tersebar melalui dinding akun facebook milik; Alfiansyah. Dalam cuitannya dia menulis; “Persyaratan p3k Salah satu instansi di Aceh tengah masalah DIPA dan danftar lintang dibuat baru, dihargai hingga ratusan ribu rupiah perorang dirumah pribadi pula.” (Erwin.s.a.r/foto FB-Alfiansyah)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here