Beranda BANDA ACEH

Dalam Kondisi Berbadan Dua Pasien Positif Covid19 “Menghilang” Saat Dirujuk

BERBAGI

REDELONG (LeuserAntara):  Seorang pasien (ER) terkonfirmasi positif covid19 dalam keadaan mengandung 9 bulan asal Bener Meriah  “menghilang” saat hendak dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh, Selasa (6/20).

Tidak diketahuinya keberadaan pasien, setelah terjadi pristiwa kecelakaan tunggal ambulance yang membawa ibu hamil tersebut  di depan Masjid Raudhaturrahman Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie.

Informasi dihimpun media ini,  pasien yang hendak dirujuk ke RSU Zainal Abidin ini langsung dibawa paksa oleh keluarga dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Dimintai wartawan keterangannya, Direktur Rumah Sakit Muyang Kute, Bener Meriah, Dr Sritabahati menyampaikan,  ER merupakan warga Kec. Gajah Putih, Bener Meriah. Ia pasien terkonfirmasi positif dan kondisinya sedang hamil.

“Secara medis waktu persalinannya sudah dekat, namun belum ada tanda-tanda melahirkan. Berdasarkan protokol kesehatan  penangan pasien hamil yang terkonfirmasi postif harus dilakukan operasi dan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas covid, seperti  RSU Zainal Abidin di Banda Aceh,” jelasnya.

Terkait pristiwa  kecelakaan ambulan sekira pukul 01:00 WIB yang terjadi di tengah perjalanan, ia menuturkan, pihaknya baru menerima informasi melalui WA Grub pada pukul 05: 46 dan langsung melakukan koordinasi dengan Direktur RSU Sigli dan PSC Bener Meriah.

“Saat dalam kondisi menunggu, pasien dibawa paksa oleh  pihak keluarganya. Padahal pada pukul 06:45, ambulan RSU Sigli sudah sampai dilokasi untuk melakukan evakuasi dan hingga saat ini kebeberadaan pasien tidak diketahui,” paparnya.

Dalam pristiwa itu,  seorang tenaga medis juga mengalami cidera pada tangan sehingga dilakukan penangganan medis di rumah sakit Pidie. “Melalui  kepala Puskemas kita juga telah mencari keberadaan pasien dan mereka juga sudah meghubungi pihak keluarga melalui handphonenya tapi sudah tidak aktif.”

Sejauh ini ia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PSC untuk mengkordinasikan seleuruh Puskesmas mulai dari Sigli ke Banda Aceh bahwa pasien tersebut terkonfirmasi positif  covid, sehingga dapat dikondisikan atau diarahkan melalui protokoler kesehatan.

“Informasi ini sudah kami sebar dan kami berkeyakinan pasien tersebut pasti ketemu jika dibawa ke fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit dan klinik,” jelasnya.

Lain itu, untuk melacak keberadaan pasien terpapar covid 19 ini, pihak RSU Bener Meriah telah membentuk  tiga tim khusus. Sekaligus tujuannya guna  megurus ambulan serta petugas yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pidie.

Secara terpisah, Kadiskes Bener Meriah, dr Aliyin saat hendak dimintai keterangannya via seluler terkait menghilangnya pasien terpapar covid 19 setelah terjadinya kecelakaan tunggal ambulance dalam perjalanan menuju Banda Aceh, tidak mengangkat handphonenya. [] (Irwandi)

 

 

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here