Beranda ACEH TENGAH

Curhat Dokter Terkonfirmasi Corona Beredar Di Medsos

BERBAGI

Redeelong (LeuserAntara): Seorang dokter spesialis yang dikabarkan positif Covid -19 di Bener Meriah membuat Curhat yang dia alami dalam tulisannya yang beredar di media sosial facebook. Berikut isi Curhat dokter berinisial IS.

Melawan STIGMA

Assalamualaikum, saya IS (35) yang dikabarkan terkonfirmasi + (positif-red) terpapar covid 19

Entah darimana saya harus memulai cerita ini, karena kejadiannya begitu dadakan dan tak terduga. Bagi yg membaca tulisan ini mungkin beranggapan hal biasa, dimana seseorang yg terkonfirm positif covid akan melakukan hal yg sama, akan terbayang tentang sesak nafas sampai gagal nafas, kematian, siksaan alam kubur, atau tentang amalan-amalan yang telah dilakukan.

Tetapi bagi saya tidak, tulisan ini adalah bentuk dari kelengahan saya menjadi seorang dokter spesialis yang ingin terus memberikan hal-hal yg bermanfaat bagi banyak orang.

Berawal dari mulai munculnya angka positif covid19 di RS kami RSUD Munyangkute kami (13 dokter spesialis) mengajukan kepada direktur RS yang beliau juga spesialis, beliau adalah dr Sri Tabahhati,Sp.An untuk dilakukan skrining, karena apa? Karena dalam pikiran saya sejak munculnya Corona sampai saat itu saya dan DPJP yangg lain belum dilakukan skrining, dan menurut saya saat ini adalah waktu yang tepat.

Setelah diskusi Alhamdulillah ibu direktur menyetujui untuk dilakukan skrining.

Saat waktu yg disepakati tiba, mungkin saat itu saya bukan menjadi preoritas, karena saya TIDAK ADA KONTAK dengan pasien positif covid19, namun entah mengapa hati saya tetap ingin dilakukan SWAB oleh dr. Fatma dewi, Sp.THT-KL, dan swab pun berlangsung dengan mulus.

Setelah swab, karena saya merasa diri saya sehat, tidak ada gejala-gejala atau tanda-tanda ¬†yang mengarah ke covid19, saya masih beraktivitas seperti sediakala, ke RS pagi hari, ngopi, ke praktek sore dan bertemu dengan anak-anak dan orang tua saya..hari kulalui biasa saja.. Daaaan…

Kemarin, hari kamis 30 juli 2020 pukul 07.30 saya mendapat WA yg menyatakan saya POSITIF.

Jika anda berada diposisi saya, apa yg akan anda lakukan?…

Akan banyak komentar atau pendapat.. Tapi bukan itu yg ingin saya sampaikan kali ini..melainkan bahwasanya :

1. Saya tidak ada kontak dengan pasien comfirm positif.

2. Profesi Spesialis saya tidak begitu rentan jika dibanding spesialistik lainnya (THT, Interna, obsgyn, bedah, dll).

3. Saya tidak bepergian ke luar provinsi.

4. Saya tidak menunjukkan gejala.

5. Saya menganggap diri saya sehat.

6. Saya bukan perioritas untuk dilakukan skrining.

7. Saat memberikan pelayanan saya gunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Tetapi saya terkonfirm positif covid19. Bayangkan jika saya tidak dilakukan skrining? Saya terus menerus berinteraksi dengan anda, dengan keluarga saya, setiap hari..

Berapa banyak orang diluar sana yg merasakan apa yg saya rasakan diatas..yg menganggap dirinya tidak kena corona, atau yg menganggap corona tidak pernah ada, berkeliaran ditengah2 kita.

Dengan ini Saya ingin sekali mengajak kita semua untuk SADAR bahwa situasi saat ini tidak kondusif, usaha tanpa do’a hal yg mustahil..begitu juga do’a tanpa usaha adalah hal yg mustahal.. Harus seimbang.. Jaga diri kita, jaga keluarga kita..ikuti protokol kesehatan.

Dilain masalah, saya ingin sekali perlahan-lahan kita mencoba membuka pikiran jernih kita, meluruskan pola pikir kita untuk menutup semua STIGMA buruk bagi kami yg terkonfirm positif. Bukan keinginan kami terpapar virus ini..bukan kesalahan mereka juga yg memaparkan virus ini ke kami.. Jika usaha sudah kita lakukan, tetapi kita tetap terpapar, kita harus sabar menghadapinya..

Saya menulis ini dalam keadaan yg sehat, dalam keadaan hati dan perasaan yg tenang..mudah2an tulisan ini bermanfaat dan bisa mewakili saya untuk mengedukasi masyarakat dimanapun berada, Pentingnya menjaga diri dan sekitar..

Terimakasih, mohon doa untuk kesembuhan saya…...[](sumber: FB)

Komentar Via Facebook