Beranda ACEH TENGAH

Baitul Mal di “Mata” Shabela Abubakar

BERBAGI

KEBERADAAN Baitul Mal sebagai lembaga daerah non struktural di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah sangatlah penting keberadaannya dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infaq, shadaqah dan harta agama secara profesional, transparan dan akuntabel. Sehingga, peran fungsinya akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan umat dan masyarakat.

Hal tersebut menjadi harapan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, dalam kegiatan rapat kerja tentang implementasi Qanun Aceh No.10 Tahun 2018 yang diikuti para imam dan reje kampung dari 6 (enam) kecamatan di Aceh Tengah yang digelar Baitul Mal di Gedung Olah Seni (GOS) Kota Takengon.

Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, Drs.Ridwan Qari, dalam laporannya menjelaskan, rapat Kerja Baitul Mal Se- Kabupaten Aceh Tengah tersebut mengangkat tema “Implementasi Qanun Aceh No.10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal”. Tujuannya untuk memperkuat Baitul Mal antar kampung dalam pengelolaan ziswaf di daerah dingin ini.

Dari kegiatan ini diharap dapat memberikan informasi bagi masyarakat serta jajaran perangkat kampung untuk menerapkan implementasi  Qanun dalam menjawab setiap persoalan terkait peran Baitul Mal Kampung. Dimana pihak Baitul Mal menginginkan ke depannya tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan dalam pengelolaan harta umat, jelas Ridwan Qari.

Pelaksanaan Raker Baitul Mal Aceh Tengah kali ini berlangsung berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Hal tersebut lantaran situasi di daerah penghasil kopi arabija Gayo ini masih dalam kondisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Ridwan, repokusing pergeseran anggaran untuk kepentingan penanganan Covid-19 turut berpegaruh pada Baitul Mal Aceh Tengah. Lain itu, kegiatan ini seharusnya direncanakan dapat diikuti imam kampung dari 14 Kecamatan. Namun direalisasikan hanya dapat di 6 Kecamatan yaitu; Kecamatan Bebesen, Celala, Atulintang, Bies,Jagong dan Rusip Antara.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, dikesempatan ini juga mengutarakan, pengelolaan zakat hendaknya dapat dilakukan secara terbuka mudah diakses dan tidak rumit, sehingga semakin menguatkan lembaga Baitul Mal sebagai lembaga umat. Terkait pengelolaannya Baitul Mal harus dimasukan dalam pengangaran daerah atau APBK supaya berjalan dengan lebih terarah.

Bupati juga meminta dukungan semua pihak, masyarakat, termasuk perangkat kampung agar dalam pengelolaan kelembagaan Baitul Mal Kampung dapat berjalan jujur, adil, transparan dan aman.

Baitul Mal kampung dapat menjalin kerjasama yang baik dengan Baitul Mal kabupaten dalam hal pendataan mustahiq, muzaki dan harta agama yang berada di Lingkungan Kabupaten Aceh Tengah.

Shabela juga mengimbau pihak Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah untuk terus memberikan motivasi dan bimbingan  kepada  Baitul Mal Kampung, demi kemajuan lembaga Baitul kampung yang ada saat ini.

Dalam kegiatan Baitul Mal ini turut hadir sejumlah undangan mendampingi bupati Aceh. Diantaranya: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Aceh Tengah, Kepala Kantor Urusan Agama, Perwakilan MPU, Anggota Badan BMA serta Analis Produk Hukum Sekretariat Baitul Mal Aceh.[]***

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here