Beranda KOLOM

Artikel: Rokok Kretek Menyembuhkan Batuk?

BERBAGI

12Quit-Smoking-Cigarettes

ADA mitos di lingkungan perokok bahwa rokok kretek bisa menyembuhkan batuk. Alasan yang dibuat karena rokok kretek lebih banyak mengandung tembakau. Benarkah demikian?
Ahli Kesehatan dr. Dewangga Gegap Gempita langsung menepis anggapan itu. Kata dia, menyembuhkan batuk dengan mengisap rokok adalah metode yang keliru. Sebab, batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan. Kemudian bereaksi karena adanya iritasi di tenggorokan akibat lendir, makanan, debu, atau asap.

Sedangkan nikotin pada asap rokok justru dianggap sebagai benda asing oleh tubuh. Dengan begitu, tubuh akan bereaksi menolaknya saat asap rokok masuk ke saluran pernapasan. “Jika terus dipaksakan, iritasi yang sedang terjadi pada saluran pernapasan justru semakin parah,” ujar Dewangga saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Kalaupun pada beberapa kasus merokok kretek dapat meredakan atau menyembuhkan batuk, maka hal itu lebih dipengaruhi oleh adanya sugesti. Ketika perokok percaya bahwa dengan merokok kretek dapat menyembuhkan batuk, maka otak akan terstimulasi untuk menghasilkan hormon yang mampu merangsang sel-sel pertahanan tubuh seperti sel Limfosit T.

Sel ini, kata dia, bekerja untuk mengindetifikasi dan melindungi tubuh dari infeksi virus maupun bakteri. Selain itu, sel ini dapat membantu mengatur aktivitas sel lain dalam sistem kekebalan tubuh.

“Sebagaimana kita ketahui, batuk bukan hanya disebabkan adanya alergi, tapi juga bisa akibat adanya virus ataupun bakteri,” ungkap pria yang aktif sebagai pengajar di Akademi Keperawatan Keris Husada, Jakarta, ini.

Jadi, tidak heran jika ditemukan pula kasus sebaliknya. Sudah mengonsumsi rokok kretek namun batuk tidak kunjung sembuh. “Bagi mereka yang tidak percaya tentu saran tadi tidak dapat bekerja sesuai harapan, ” ucap dia.

Dia menyarankan kepada perokok agar berhenti mengonsumsi rokok saat mengalami baruk. Jangan sampai malah mengisap rokok yang memiliki kadar nikotin lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk mencairkan lendir dan menjaga kelembaban tenggorokan.

“Air yang diminum sebaiknya jangan air dingin karena dapat membuat tenggorokan cepat kering. Selain itu, virus lebih mudah berkembang biak pada suhu dingin atau di bawah suhu ruangan,” kata Dewangga.

Jika Anda sudah berhenti merokok dan batuk belum juga sembuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter terdekat. Sebab, bisa jadi Anda mengalami batuk kronis yang perlu penanganan khusus. “Apalagi jika Anda adalah perokok aktif yang sudah mulai merokok sejak remaja,” tandas dia.

Komentar Via Facebook

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here