Beranda ACEH TENGAH

Alfamart Hadir, Pedagang Tradisional Terancam Kolap

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Hadirnya pasar modern Alfamart membuat pedagang di Aceh Tengah terancam kolap dan “gulung tikar”. Dari itu, pemerintah setempat didesak perketat regulasi untuk membantu ekonomi pedagang tradisional.

Hal itu diutarakan Syukri AB, seorang pedagang di Aceh Tengah kepada LeuserAntara. com, Senin (23/11) di Takengen. Menurutnya, pedagang tradisional  di daerah kopi ini terancam kehilangan mata pencaharian apabila tidak ada regulasi yang mengatur kehadiran pasar modern.

“Regulasi untuk pasar modern seperti Alpamart yang mulai hadir di Gayo ini perlu dibuat. Kalau tidak keberadaan pasar tradisional pasti tergusur. Pihak terkait harus peka terhadap persoalan ini,” kata Syukri.

Menurutnya, pola pasar modern, selain terletak di lokasi strategis, juga menggunakan pola one stop shoping (penyedia kebutuhan belanja lengkap) dengan harga satuan jual lebih murah dari pasar tradisional.

“Artinya, pemerintah harus membuat aturan yang pro rakyat.Contohnya seperti di Padang (Sumbar) Pemda di sana tidak menberi izin sembarangan bagi usaha pasar modern. Kenapa demikian? Itu karena mereka sadar betul, bagaimana nasip pedagang tradisional jika pasar modern dibiarkan tumbuh subur,” ungkapnya.

Ditambahkan Syukri, meski keberadaan pasar modern seperti; Indomaret, Alfamart merupakan badan usaha penyumbang pajak daerah dan menyerap tenaga kerja lokal, namun secara perputaran uang, daerah akan dirugikan.

“Mereka menggunakan sistem setor hasil penjualan barang ke pusat perusahaan. Jadi, jangan harap uang yang dibelanjakan bisa beredar di daerah. Beda halnya dengan pelaku pasar tradisional, uang yang berasal dari konsumen akan berputar kembali dari tangan ke tangan warga di sini,” jelasnya.

Lain itu, paparnya, mengenai keberadaan Alfamart yang saat ini sedang dikembangkan di Aceh Tengah diduga beroperasional tanpa melengkapi surat izin. Ia mendesak Pemda Aceh Tengah untuk menertibkan, sekaligus melakukan kajian sebelum mengeluarkan izin usaha untuk pasar modern.

*Alfamart Disegel

Terpisah Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Aceh Tengah, T Alaidinsyah saat dikonfirmasi menyebutkan, terkait Alfamart pihaknya sudah melakukan penyegelan lantaran izin belum siap, namun sempat sudah mulai beroperasional.

“Untuk Alfamart sudah kami segel kemarin.Mereka sempat buka, tapi sudah kami tutup. Izinnya belum siap. Mereka sudah mengajukan berkas permohonan izin, tapi belum diproses. Mengapa? Izin baru bisa diterbitkan  kalau sudah memenuhi rekom dinas tekhnis,” ungkapnya.

Dikatakan, Alfamart sendiri sebelumnya telah membuat permohonan untuk membuka usaha di 10 titik di Kota Takengon, namun sesuai dengan kajian bagian ekonomi, hanya 6 (enam) titik diberikan sebagai tempat usaha.

“Pertimbangan kami untuk Alfamart yakni; mereka diminta menandatangani MoU untuk memasarkan produk UMKM yang ada di daerah  maupun produk dari luar baru izinya diterbitkan. Apalagi selama ini produk-produk UMKM kita ini sulit untuk dipasarkan. Jadi, dengan adanya MoU ini kita berharap produk-produk yang ada di Kabupaten Aceh Tengah bisa dipasarkan di seluruh Alfamart,” kata Alaidinsyah.

Lain itu, lanjutnya, dengan berdirinya pasar modern Alfamart tersebut nantinya akan mampu menampung tenaga kerja lokal serta menambah PAD melalui pajak.

Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola Alfamart. Sementara soal ada atau tidaknya regulasi yang mengatur keberadaan pasar tradisional dan pasar modern, Ketua komisi B DPRK Aceh Tengah, Syukurdi ketika hendak dimintai keterangannya tidak berada di ruang kantornya.[] (Ir)

 

 

 

 

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here