Yusrol: Indahnya Saat Menjadi Santri

*Memperingati hari santri nasional

Untuk mengingat kembali bagaimana indahnya kenangan menimba ilmu di Pondok Pasantren, Yusrol Hana yang saat ini menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi, di Bener Meriah ini mengatakan, jika ingin menjadi manusia mandiri ya, sebaiknya mondok di Pasantren.

Yusrol yang saat ini menjabat di dalam salah satu bidang di MPU Bener Meriah, mondok mulai Tahun 2000-2013, artinya selama 17 tahun lamanya menempa diri, menggali ilmu, baik ilmu agama dan umum di sana.

Selama 17 tahun jadi santri Pondok Pasantren bukanlah waktu yang sebentar, untuk pertama dia mondok di Raudhatul Ulum, Pati Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan ke Pondok Pasantren Salafiyah Syafiiah di Situbondo Jawa Timur.

Pengalaman paling mengesankan menurutnya, ketika disuruh menghafal Fiqh Mawaris/Faroidh (Fiqh bagi-bagi harta pusaka).

Waktu itu Kiyai Saya (Almarhum Kiyai Ikhsan) menyuruh, menghafal pembagian masing-masing ahli waris.

“Bagi yang tidak bisa menghafal diganjar dengan konsekuensi yakni hukuman dengan rotan atau kabel milik PLN,” kenang Yusrol.

Alhasil dengan didikan para kyai atau ustad, kini kami menjadi bisa membaur dengan masyarakat, disiplin dan dapat mengajarkan ilmu yang telah diajarkan dan sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat.

Di Pasantren, selain diajarkan ilmu agama, kita juga ditempa untuk menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, menjadi manusia yang memiliki sifat kerjasama dan saling membantu antar sesama, serta yang lebih penting lagi memiliki nilai sosial yang tinggi.

Dia juga berpesan kepada orang tua, jangan ragu-ragu menyekolahkan anak-anaknya ke Pondok Pasantren, karena banyak sekali pengetahuan yang didapatkan di sana.

Saat ini Ustad Yusrol selain menjadi dosen dan staf MPU, beliau juga menjabat sebagi Ketua DPD PKS Kabupaten Bener Meriah.

“Ilmu dari Pasantren yang membawa saya bisa menjadi sperti ini,” pungkasnya.(Ysr)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*