Tarian Saman Gayo Jelajahi Benua Eropa

Blangkejeren (LeuserAntara): Tarian Saman Gayo Provinsi Aceh yang dimainkan oleh laki – laki menjelajahi belahan benua eropa, pertama kali tampil di Bulgaria, kesenian kebanggaan Bangsa Indonesia itu berhasil menghibur ribuan penonton.

“Tarian Saman Gayo selama diluar negeri akan tampil di tiga negara, diantaranya, Bulgaria, Belgia dan Jerman. baru – baru ini Tarian Saman Gayo mendapat rekor muri penari terbanyak sedunia dengan jumlah penari 12 ribu lebih. Saman telah menjadi warisan budaya dunia telah diakui oleh unessco tahun 2011 lalu di Bali,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Syafrudin beberapa waktu lalu.

Saman harus dilestarikan perkembangannya, pelajaran Saman juga dilestarikan, mulai dari sekolah SD, SMP dan SMA sederajat. Kalau Saman sebenarnya sudah mendarah daging ditubuh masyrakat Gayo.

Salah satu buktinya, masyrakat setiap hari kebesaran seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj serta hari kebesaran lainya masyarakat selalu melaksanakan tradisi bejamu saman.

“Bejamu saman ada tiga katagori, yang pertam bejamu saman sara ingi, yakni saman hanya satu malam mulai dari setelah maghrib hingga selesai. Sistem pelaksanaannya tarian saman tersebut dilapangan dengan cara berlawanan,” sebutnya.

Dilanjutkannya, dari pihak tamu penarinya lebih dari sepuluh orang tanpa terbatas jumlah penari yang ditampilkan begitu juga dengan sebaliknya, dari tuan rumah juga ditampilkan lawan penari dari tamu tadi untuk mengikuti gerak gerik tarian saman yang ditampilkan dihadapan penonoton.

Kedua,saman roa lo roa lo roa ingi, artinya saman dua hari dua malam, juga sistemnya tidak jauh berbeda dengan bejamu samata sara ingi hanya saja waktu bertambah.

Setiap tamu yang datang disambut dengan sistem berserinen, artinya satu orang tamu dilayani oleh satu orang tuan rumah, yang mengundang mulai dari makan malam hingga pelepasan itu tangungjawab tamu.

Tamu yang di undang untuk bejamu saman tidak menentu mulaidari dalam daerah bahkan sampai dengan antar Kabupat.

Ketiga, bejamu saman tulu lo tulu ingi, artinya bejamu saman tiga hari tiga malam, biasanya dilakukan dengan tamu dari kabupaten lain, karena kondisi berjauhan dibuatlah kesepakatan kedua belah pihak waktu untuk melaksanakan tarian saman ditambah,” pungkasnya.(TR)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*