Tak Cukup Bukti, Oknum Bidan Diduga Mesum Didamaikan Secara Adat

Blangkejeren (LeuserAntara): Kasus Bidan Desa Pepalan, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues yang diduga melakukan mesum, diselesaikan secara adat setempat. Dengan cara hukum adat memotong seekor kambing.

Kabid Penegakan Kebijakan Daerah dan Syariat Islam Sapta, Rabu (25/10/2017), membenarkan pernah digerebek masyrakat Pepalan, Bidan Desa yang tinggal di desa itu.

Karena tidak cukup bukti, hanya diselesaikan dengan hukum adat Pepalan dengan cara memotong kambing selanjutnya dipanggil wali yang bersangkutan serta disaksikan oleh Satpol PP dan WH.

Saat kejadian, di dalam rumah itu ada lima orang, dua laki – laki dan dua perempuan satu diantaranya anak kecil.

“Setelah digerebek masyarakat, kami dipanggil, untuk mengamankan pasangan non muhrim tersebut, karena Pengulu tidak bisa mencegah dari amukan masa, pasangan ini mengaku masih mempunyai hubungan keluarga. kejadian itu ketika berlangsungnya pacuan kuda tradisional,” sebutnya.

Salah seorang masyarakat, Ani mengatakan, kenapa kasus bidan desa tidak dicambuk padahal sudah digerebek oleh masyrakat?

Saya pikir yang dicambuk hari ini ada juga dia. Yang diduga pelaku mesum, kabarnya telah dibawa ke kantor Satpol PP dan WH.(TR)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*