Tagore: Gayo Membuka Diri Untuk Keturunan Kesultanan Aceh

TAKENGEN (LeuserAntara): Anggota DPR-RI dari Gayo, Ir. H Tagore AB, akan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), menemui Ahli waris Kesultanan Aceh, Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur’alam yang juga merupakan keturunan Reje Linge.

Demikian sebut Tagore saat melakukan konfrensi pers dihadapan sejumlah media di salah satu rumah makan, di Takengon, Senin (13/11/2017).

“Saya gembira, dan kami yakinkan, masyarakat Gayo membuka diri untuk turunan Sultan Aceh, karena Almarhum Laksamana Malahayati sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan langsung diresmikan oleh Presiden Jokowidodo. Apalagi dari pengakuan itu, beliau dan anak keturunannya langsung berasal dari kerajaan Reje Linge dari Gayo,” ungkapnya.

Dari dulu dan fakta sejarah jelas mengatakan, kerajaan Aceh dari Linge.

“Saya sudah menelfon Bupati Aceh Tengah terpilih Shabela AB, dan bupati menjamin kehidupan yang layak untuk anak keturunan Reje Linge di Gayo. Tidak perlu hawatir jika mereka tidak memiliki harta di Banda Aceh, Gayo masih ada,” ujar Tagore dengan nada bersemangat.

Kenapa saya mau menyambut ini, kita ingin melempangkan sejarah, bahwa benar-benar kerajaan Aceh berasal dari Linge.” Hal ini agar diketahui dan Jangan nanti lain yang berjuang, yang lain pula mendapat pengakuan,” ungkap Tagore dan mengatakan, banyak sekali orang di Aceh mengaku menjadi pahlawan namun ternyata salah.

Dia juga menyarankan nama Ibu Kota Aceh, adalah Kota Raja, dan bukan Banda Aceh. Serta menurutnya, Aceh itu bukanlah nama suku, melainkan nama suatu wilayah.

Artinya sejarah terungkap siapa pemilik negeri ini (Aceh-Red) sebenarnya. Saya gembira sejarah sudah terungkap. Atas pengakuan Ahli waris Kesultanan Aceh, Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur’alam.

Sebelumnya, di beberapa media di Aceh diberitakan, Ahli waris Kesultanan Aceh, Sultanah Putroe Safiatuddin Cahaya Nur’alam berusia 86 tahun, menerima plakat dan piagam gelar Pahlawan Nasional atas nama Almarhumah Laksamana Keumalahayati dari Presiden Republik Indonesia.

Acara tersebut pada saat penganugerahan gelar pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/11/2017) pagi menjelang siang.

Sultanah Putroe atau akrab disapa “Bunda Putroe,” adalah ahli waris dari Laksamana Keumalahayati sekaligus sebagai pewaris utama Kesultanan Aceh.

Dalam buku ‘Silsilah Raja Islam di Aceh dan Hubungannya dengan dengan raja-raja Islam Nusantara’ karangan Pocut Haslinda Syahrul¬†disebutkan, Kesultanan Aceh Darussalam didirikan oleh turunan Linge/Isaq, Gayo, Johansyah atau Merah Johan.

Dialah sultan pertama Kerajaan Aceh Darussalam dengan gelar Sultan Alaidin Johansyah, pada 601-633 H/1203-1235 M.(Izq)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*