Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah dan Perwakilan NGO ACT dan Tupperware, lakukan pengguntingan pita, sebagai tanda serah terima.(Foto:LeuserAntara.com)

Sudah Tiga Kali SDN 3 dan 7 Ketol Rusak Dihantam Gempa

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah dan Perwakilan NGO ACT dan Tupperware, lakukan pengguntingan pita, sebagai tanda serah terima.(Foto:LeuserAntara.com)

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah Nasaruddin dan Perwakilan NGO ACT dan Tupperware, lakukan pengguntingan pita, sebagai tanda serah terima.(Foto:LeuserAntara.com)

TAKENGEN |LeuserAntara| Tercatat sudah tiga kali Sekolah Dasar Negeri 3 dan 7 Belang Mancung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah rusak di hantam gempa bumi. Terahir kerusakan parah terjadi saat gempa 2 Juli 2013 dengan kekuatan 6.2 SR.

Demikian dikatakan Ali Hasymi Kepala Sekola SDN 3 Belang Mancung, saat serah terima bantuan ruang belajar darurat dari sejumlah NGO lokal beberapa waktu lalu. Dia menambahkan, SDN 3 berdiri sejak 1964, sekolah sederhana dengan atap rumbia.

Kemudian itu dituturkannya, pemerintah membangun sekolah tersebut dengan permanen pada tahun 1996, lalu membangun SDN 7 bertingkat satu lokasi dengan SDN 3. Pada tahun 2004 saat tsunami melanda Aceh sekolah tersebut juga terkena imbasnya, yakni retak-retak, lalu di perbaiki.

“ Pada tahun 2008 gempa kembali terjadi, sekolah ini hancur dan tidak bisa digunakan, anak-anak SDN 3 dan SDN 7 kembali sekolah dibawah bangunan sementara selama dua tahun ,” jelasnya.

Setelah itu dibangun kembali SD bertingkat dengan 8 (delapan) ruangan, “ baru dua tahun menempati dan menikmati sekolah permanen, gempa kembali terjadi pada 2 juli 2013 lalu, sehingga SDN 3 dan & kembali hancur luluh lantak ,” ungkap Ali Hasmi.

Hasymi mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Tupperware, yang telah membantu mendirikan ruang kelas belajar darurat bagi sekolah mereka yang hancur di hantam gempa beberapa waktu lalu.

“ Maaf sebelumnya kami tidak yakin ketika ditawari bangunan oleh pihak ACT, kami takut ada penipuan, ternyata kecurigaan kami tidak beralasan dan enam unit ruang kelas untuk anak-anak sekolah selesai dibangun ,” ujar Ali Hasymi.

Bukan hanya enam ruang kelas belajar darurat yang dibantu oleh pihak ACT (Aksi Cepat Tanggap) dan Tupperware Peduli, mereka juga berikan bantuan enam buah komputer, ratusan buku bacaan.

Vice Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan, mereka adalah mitra Tupperware dalam menyalurkan bantuan. “ Yang lalu biarlah berlalu, kita sudah punya kelas baru, buku baru, komputer dan printer, itu semua untuk adik-adik semua, semoga ini semua bisa digunakan dengan baik ,” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nasaruddin kepada Leuser Antara mengatakan, SD Negeri 3 dan 7 Ketol akan digabung menjadi satu sekolah, dan pembangunan ruang permanen segera dilakukan dalam bulan ini, serta bukan sekolah bertingkat untuk menghindari bencana.

Kepala Dinas pendidikan ini juga memastikan, mulai tanggal 20 September 2013 ini, sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Ketol dan Kute Panang, segera akan dibangun.

” Saat ini para guru, lagi ke Banda Aceh urusan pembangunan sekolah tersebut, sekolah tersebut tidak ditenderkan. Melainkan dibangun dan diawasi oleh komite dan swakelola ,” pungkasnya.(izq)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*