Beranda BERITA Suara Petani Kopi Gayo: “Sumpah! Kau Akan Kecewa”

Suara Petani Kopi Gayo: “Sumpah! Kau Akan Kecewa”

BERBAGI

PULANG dengan rasa letih adalah keseharian petani. Baju dibasahi keringat adalah hal lumrah. Berjalan meniti karang terjal untuk sampai di kebun adalah lakon yang mesti dihadapi. Tidak ada pilihan, kecuali menjalani. Entah ikhlas atau tidak.

Begitulah bertani kopi di tempat kami. Gambaran bukit di belakang foto adalah lahan – lahan kebun kopi. Real. Tanpa trik foto. Bayangkan kamu menjadi petani kopi…!

Tidak mudah memang bagi yang tak biasa. Tidak juga sulit jika terbiasa. Susah dan senang  terletak dirasa dan bahasa.Mengolah rasa dengan bahasa, bisa menjadi heboh. Dramatisir. Tak semua pandai mengolah kata.

Banyak petani yang tidak  berkata. Soal aksi, mereka bisa juara. Petani, adalah rakyat kebanyakan. Dijual isunya untuk disejahterakan. Menjadi bahan orasi para pengemis amanah menjadi pemimpin. Setelah memimpin, petani tidak merasakan kehadiran pemimpin. Munafik, kini jadi hal biasa dan tidak membuat pendusta malu.

Meski usia kopi di Gayo sudah mencapai seratusan tahun, hingga kini, belum ada balai atau tempat penelitian kopi. Kebun induk kopi unggul. Atau sekedar katalog kopi asal Gayo yang konon mencapai 153 varietas.

Mau apa lagi. Itulah kenyataan yang ada. Meski pemimpin Silih berganti. Soal kopi, pembuat kebijakan  daerah ini masih belum jelas visi dan misinya. Gagap, tak terarah dan absurd. Gaib. Meski PAD terbesar masih dari retribusi kopi.

Jadi, soal kopi mari mempraktekkan kemampuan sendiri. Mulai soal benih hingga paska panen. Menjualpun seperti itu. People to people (PTP). Mau apa lagi? Kita masih seperti ini. Berharap pada stake holders? Sumpah, kau akan kecewa.[] (Oleh: WRB/smbr. FB)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here