Beranda ACEH TENGAH Soal Posko Peduli Palu, Empati Pemda Dipertanyakan

Soal Posko Peduli Palu, Empati Pemda Dipertanyakan

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara) : Aktivis Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-ko), Maharadi menyayangkan sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah tidak tanggap terhadap rasa empati bencana di Palu dan Donggala.

“Seharusnya naluri kemanusiaan sebagai urang Gayo dan Aceh melihat kejadian bencana di Palu dan Donggala tergerak cepat. Nasib yang sama juga pernah kita rasakan saat kejadian gempa Gayo di 2013 ¬†yang lalu di Aceh Tengah,” kata Maharadi, ¬†Rabu (3/10) malam via surat elektronik.

Namun, lanjutnya, sejauh ini Pemerintah Daerah sendiri seperti kurang tanggap terhadap bencana di palu dan Donggala. Terkesan tak punya rasa empati. Bahkan Sampai hari ini belum ada imbauan dari pemerintah daerah untuk bergotong royong membantu korban Palu dan Donggala yang terkena bencana.

“Posko Peduli Bencana juga tidak ada. Jadi patut dipertanyakan rasa kemanusiaan dan rasa empati kita terhadap korban bencana alam dan tsunami di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, paparnya, elemen masyarakat dengan berbagai inisiatif sudah turun ke jalan, ke rumah-rumah untuk meminta bantuan. Masyarakat juga banyak yang ingin memberi bantuan berupa barang kebutuhan bahan pokok, namun mereka tidak tahu menyalurkan kemana.

“Kami menilai sangat penting adanya Pos Peduli Bencana yang di koordinir oleh pemerintah daerah, apalagi di kabupaten lainya di Aceh seperti; Bireuen sudah membuka posko bencana. Tinggal Aceh Tengah yang belum membuka Posko Bencana. Seharusnya Pemda harus bergerak lebih cepat dari masyarakat dalam mendorong solidaritas bantuan kemanusiaan ini,” tukas Maharadi. [] (Rel/Editor: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here