Beranda ACEH TENGAH

Soal Izin Tambang, Amanat Surati Presiden

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara): Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang (Amanat)  kirim surat ke Presiden Republik Indonesia dan ke sejumlah menteri terkait rencana PT Linge Mineral Resource yang akan melakukan penambangan dan pengolahan biji emas di Kec. Linge, Aceh Tengah.

Rencana penambangan emas tepatnya di Proyek Abong, Kec. Linge, Aceh Tengah ini dilakukan oleh PT. Linge Mineral Resources. Perusahaan ini telah mendapat izin eksplorasi pada 2009 dengan luas lahan sekitar 98.143 hektar.

Elemen Masyarakat  yang tergabung Amanat bersama  bupati Aceh Tengah memberi dukungan perpanjangan moratorium izin usaha pertambangan (IUP) dan menolak perizinan tambang dengan alasan dampak lingkungan di kabupaten itu.

KoordinatorJaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi, Kamis (12/4) via realese yang diterima media ini menyebutkan, pihaknya bersama Almanat telah mengirimkan surat ke Presiden Republik Indonesia serta ke sejumlah menteri terkait di Jakarta.

“Selain ke presiden,  surat juga kami kirim ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN beserta Lembaga lingkungan internasional dan nasional,” paparnya.

Hal tersebut juga, lanjutnya, merupakan komitmen tuntutan yang tertuang di dalam fakta integritas bernomor IST/2019 tgl 8 April 2019  yang ditanda-tangani oleh aliansi organisasi masyarakat di Kabupaten Aceh beberapa hari lalu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah.

“Masyarakat di sini telah menolak tambang emas. Alasannya, selain merusak lingkungan dan mencemari air dengan limbah, kehadiran perusahaan tidak bermanfaat bagi rakyat.

“Kami tidak mau hutan dan alam tempat kami menggantungkan hidup hancur.,Kami tidak mau situs sejarah Linge hancur, itu tempat sakral suci orang Gayo. Linge itu rumah peradaban kami. Indentitas kami,” ujarnya.

Lokasi pertambangan emas itu merupakan wilayah yang bernilai historis  bagi etnik Gayo. Daerah tersebut cikal bakal lahirnya masyarakat Gayo, suku tertua di Aceh. “Kami tidak ingin daerah keramat diganggu perusahaan. Hal inilah yang menjadi  alasan kuat masyarakat menolak tambang di sini,” tambahnya.[] (Ir)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here