Beranda ACEH TENGAH Soal GAMIFEST Yang Tidak Berkeadilan

Soal GAMIFEST Yang Tidak Berkeadilan

BERBAGI

Opini: Oleh Waladan Yoga

Rasa rasanya tidaklah adil jika hampir 14 item kegiatan Gamifest dipusatkan di Takengon, walaupun Gamifest katanya akan dibuka oleh Presiden, namun sampai detik ini belum ada jadwal resmi Presiden akan ke Takengon.

Harusnya acara multievent sebesar Gamifest jikapun anggarannya tidak dibagi merata, sebaiknya pagelaran kegiatannya saja yang dibagi merata.

Memusatkan hampir 90% kegiatan Gamifest di Aceh Tengah (Takengon) adalah satu kebijakan yang menurut saya kurang baik.

Kabupaten penyangga seperti Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara apakah hanya sebagai pelengkap?

Mengklaim Gamifest memang dilaksanakan di empat kabupaten, semata mata untuk memenuhi syarat formil semata. Ya, akan menjadi fakta publikasi baliho dan spanduk memang acaranya digelar diempat kabupaten.

Data yang dipublikasikan oleh Dinas Pariwisata Aceh setidaknya dapat memberi gambaran sederhana, tidak elok juga jika anggapan Takengon di Istimewakan!

Jika sudah mendapat hajatan Akbar dibagian pembukaan, maka eloknya kegiatan kecil kecil Gamifest bisa didorong dan didistribusikan ke Kabupaten lain yang menjadi bagian dari pagelaran Gamifest.

GAMIFEST adalah Gayo Alas International Festival yang klaimnya digelar 4 kabupaten dengan rincian: Aceh Tengah 14 kegiatan, Bener Meriah 4 kegiatan, Gayo Lues 4 kegiatan dan Aceh Tenggara 2 kegiatan.

Data data yang dipublikasikan cukup menggambarkan keadaan sebenarnya, Karena Program ini sifatnya Top Down maka kita juga tidak tahu berapa sharing anggaran yang harus disediakan daerah atau kegiatan ini semuanya ditanggung APBN?

Melihat distribusi kegiatan yang tidak merata maka Gamifest dapat dianggap tidak berkeadilan!.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here