Sial, Tabrak Babi Hutan, Guru Honorer Dibawa ke IGD Muyang Kute

Redelong (LeuserAntara): Gara-gara menabrak babi liar, guru Honorer SMA Negeri 1 Mesidah Tata Utami B S. Pd, terjatuh hingga pingsan dan saat itu terbaring lemah, akhirnya dilarikan ke IGD RSU Muyang Kute, Jum ‘at pagi (30/3/2018).

Mahalnya harga pengabdian guru honorer desa terpencil, membuat empat gigi tercabut, dan wajahnya penuh memar saat terbaring lemah dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Muyang Kute Bener Meriah, hingga Jum:at pagi (30/3).

Begitulah mahalnya biaya yang harus dibayarkan Tata Ulfami B S. Pd (30) yang keseharian berprofesi sebagai guru honorer, di desa terpencil sebagai bentuk pengabdiannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Berawal pada Senin siang sekira pukul 14.00 WIB (26/3), naas menimpa Tata sepulang dari menjalani keseharian sebagai guru honorer bahasa Inggris merangkap bagian Kurikulum di SMA Negeri 1 Mesidah Kabupaten Bener Meriah.

Ibu dari dua orang anak ini yang merupakan istri dari salah seorang personil Polres Bener Meriah yang bertugas di daerah Mesidah ini, terpental dari sepedamotor beat yang dikenderainya saat memasuki kawasan Cemparam.

“Setiba di jalanan sepi yang agak menurun, mendadak melintas seekor babi hutan yang nenyeberangi jalan,”kenang Ulfa menceritakan kronologis yang menimpanya dengan berlinang airmata.

Sepeda motor yang dikenderainya sempat membentur hewan yang sering berkeliaran di jalanan tersebut.

Diakibatkan menabrak itulah, Ulfa pun langsung terpental, dan sempat tak sadarkan diri. Seperti rutinitas sebelum belumnya.

Biasanya di antara sesama guru saat pergi maupun pulang dari sekolah yang mengendarai sepedamotor kerap beriringan.

“Saat kejadian, teman teman ada yang sudah lebih dulu di depan dan ada yang masih di belakang. Teman teman yang berada di depan pun saat itu langsung berbalik arah. Mereka yang di depan saat itu merasa penasaran, lantaran merasa terlalu lama saya tak kunjung menyusul mereka,” urai Ulfa.

Dari teman temannya sesama guru di SMA 1 Mesidah, Ulfa mengetahui saat kejadian dia sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dengan kondisi memar terbentur ke aspal.

Ia langsung dilarikan ke Puskesmas Bandar oleh teman temannya dengan dibantu pengemudi mobil yang secara kebetulan melintas.

Sesampainya di Puskesmas Bandar, lantaran kondisi Ulfa tidak memungkinkan dirawat di sana, lantas pihak Puskesmas merujuknya harus menjalani perawatan intensif di RSU Muyang Kute.

Di tempat terpisah saat dihubungi via seluler, politisi muda dari Tanah Gayo Bardan Sahidi sangat menyayangkan terjadinya insiden yang menimpa guru honorer desa terpencil tersebut.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian seperti itu, Bardan mengingatkan pemerintah khususnya Pemkab Bener Meriah seyogyanya agar lebih proaktif memprioritaskan keamanan maupun kenyamanan terutama bagi para tenaga pendidik yang mengabdi di daerah terpencil.

“Sekalipun di daerah terpencil terlebih ada sarana pendidikan di sana, semestinya pemerintah dalam hal ini pemerintah Kabupate, dengan melibatkan semua stakeholders hendaklah berjibaku, untuk dapat menseterilkan kawasan yang kerap dilalui para guru maupun siswa dari terbebas dari berpapasan dengan berkeliarannya hewan-hewan liar, yang dapat membahayakan di jalanan” tegas anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR Aceh ini.(Rambe)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*