Beranda ACEH TENGAH

Shabela: “PLTA Peusangan Harus Tiru Cirata”

BERBAGI

Bandung (LeuserAntara): Meski PLTA Peusangan di Aceh Tengah hanya memiliki kapasitas 88 MW, namun diharap pembangkit listrik yang sedang dibangun di daerah kopi ini mampu mengembangkan diri sebagaimana PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), 1008 MW yang berada di Cirata, Kec. Cipende, Kab. Bandung Barat.

Guna mengapdosi pola pengelolaan pembangkit listrik di UP Cirata tersebut, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar didampingi perwakilan GM PT PLN (Persero) UIP Kitsum/PLTA Peusangan, Yubel Sitompul beserta rombongan mengunjungi Waduk Cirata PT PJB, Sabtu (2/3).

Dikesempatan itu dalam pertemuan dengan pihak PT PJB diwakili Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata, Wawan Darmawan, Bupati Aceh Tengah menyebutkan, tujuan kunjungan itu untuk meniru cara pengelolaan Waduk Buatan Cirata dalam upaya penyelamatan lingkungan dan lainnya guna nantinya bisa diterapkan di Aceh Tengah.

“Cirata sudah menghasilkan listrik dengan pola penyelamatan lingkungan cukup baik. Kami akan meniru cara ini untuk diterapkan di Aceh Tengah yang saat ini sedang dibangun PLTA Peusangan 1 dan 2,” kata Shabela.

Menurutnya, persoalan saat ini di Danau Lut Tawar sebagai sumber pembangkit proyek PLTA masih tercemar akibat adanya pembuangan pakan ikan dari KJA (Keramba Jaring Apung). Sementara selain sebagai sumber tenaga pembangkit listrik, air danau memiliki peran sebagai penyumplai air bersih bagi masyarakat di Gayo.

“Di 2021 PLTA Peusangan kami harap sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini akan menjadi “bakti sumbangan” kami ┬ádi masa akhir jabatan,” sebutnya.

Perwakilan PT PJB UP Cirata, Wawan memaparkan, waduk buatan di Bandung Barat ini telah beroperasi sejak 1988. Waduk tersebut menghasilkan pembangkit 1008 MW dan terbesar di Asia Tenggara. “Klasifikasi danau masuk kategori ke 4 dan tidak bisa dikosumsi, namun layak sebagai air pertanian,” ungkapnya.

Menjaga danau dari berkembangnya populasi enceng gondok, tercemar festisida maupun jenis pakan ikan, pihak UP Cirata menggunakan alat tertentu diantaranya seperti penggunaan alat berat apung asal Jerman dan Jepang guna membersihkan sebaran gulma di permukaan air danau.

“Danau ini sebagai obyek wisata edukasi di daerah ini. Lain itu juga sebagai eko wisata. Dari itu, saya berharap PLTA Peusangan di Aceh Tengah bisa lebih maju lagi dari pembangkit listrik yang berdiri di Cirata ini,” ujar Wawan.

Amatan LeuserAntara.com, setelah acara pertemuan tersebut, rombongan dari tanoh Gayo ini juga dengan dipandu petugas dari PT PJB Cirata mengunjungi terowongan di bawah tanah. “Lorong” panjang yang digali seperti di Bur Ni Bius, Kec. Silih Nara di Aceh Tengah ini merupakan tempat turbin pengantar arus energi listrik.[] (Lap.Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here