Shabela: “Aceh Tengah Sentral Aceh, Jangan Terpinggirkan”

Takengen (LeuserAntara) : Setelah digelarnya acara pengambilan sumpah jabatan, Shabela AB-Firdaus (Shafda) resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah priode 2017 – 2022, Kamis (28/12/17) di Gedung Olah Seni (GOS)  Takengen.

Dikesempatan itu, Shabela dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantik dan diangkat sumpah jabatan, maka hal ini merupakan titik awal dirinya mengemban amanah sebagai bupati.

“Mulai hari ini, saya mengajak dan merangkul segenap unsur supaya senantiasa untuk bersama membangun daerah ini menuju masyarakat yang aman, adil, sejahtera,” sebutnya.

Melalui proses Pilkada yang  jujur dan adil, lanjutnya, telah melahirkan tugas besar  bagi dirinya untuk mengemban amanah rakyat. Dia berharap, keberadaannya sebagai pemimpin di daerah kopi itu mampu membawa perubahan dalam segala sektor.

“Kami bukan hanya sekedar pemimpin, administrator dalam pemerintahan. Namun kami ingin bekerjasama dalam segala hal. Alang tulung beret berbantu. Yang artinya, kami sangat berharap antar komponen masyarakat saling membantu dalam segala bidang, selama 5 tahun ke depan,” paparnya.

Lain itu, masih dikesempatan sama, dihadapan para elit petinggi Aceh yang hadir dipelantikan tersebut, Shabela juga mengutarakan berbagai kesenjangan pembangunan di wilayah tengah yang saat ini masih membutuhkan perhatian.

“Pak gubernur, sebagai mana kita ketahui, infrastruktur jalan merupakan akses utama untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Jadi, untuk kiranya akses untuk daerah ini bisa lebih diprioritaskan. Apalagi Aceh Tengah merupakan sentral di Aceh dan jangan wilayah tengah sampai jadi terpinggirkan,” katanya.

Dia juga mengharap dukungan para elit Aceh untuk membangun segenap potensi yang ada di daerah Gayo Lut dengan berupaya memajukan segala sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Provinsi Aceh merupakan daerah modal saat ini. Melalui potensi yang ada, Aceh Tengah merupakan salah satu daerah/kabupaten penyangga utama penyumbang modal tersebut. Selain arabika gayo yang mendunia, daerah ini juga kaya akan getah, hasil tebu dan komuditi lainnya,” ungkap Shabela.

Diakhir sambutannya, Shabela menutup dengan membaca puisi karya Ibrahim Kadir berjudul “Untukmu Gayoku”  seraya meminta restu dari semua pihak untuk menjalankan program pembangunan  Aceh Tengah selama kepemimpinannya.[] (Laporan : Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*