Beranda BERITA Seminar KGB Putarbalikkan Sejarah PKI, Purnawirawan TNI/Polri Minta Kapolri Menggagalkannya

Seminar KGB Putarbalikkan Sejarah PKI, Purnawirawan TNI/Polri Minta Kapolri Menggagalkannya

BERBAGI

JAKARTA, – Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri yang terdiri dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL), Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri), Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Udara (PPAU), Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) meminta Kapolri menggagalkan penyelenggaran seminar “Mengungkap Kebenaran Sejarah 1965/1966” oleh kelompok Komunis Gaya Baru (KGB), yang rencananya digelar di Jakarta, selama dua hari (16-17, September 2017).

Hal itu dikemukakan Kepala Biro Pembinaan Generasi Muda Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Brigjen (Purn) Badjoeri Widagdo, kepada SenayanPost.com, Jumat sore (15/9/2017).

“Pada rapat tanggal 14 September 2017 dipimpin oleh Ketua Forum Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, pengurus dan anggota Forum, serta tokoh agama yang hadir menegaskan bahwa purnawirawan TNI/Polri dan tokoh agama tidak akan membiarkan rencana tokoh-tokoh KGB menyelenggarakan seminar sejarah 1965/1966. Purnawirawan TNI/Polri meminta Kapolri menggagalkan penyelenggaraan seminar tersebut, karena dari pengalaman sebelumnya mereka jelas-jelas telah memutarbalikkan sejarah PKI,” tegas mantan Wakil Rektor Institut Intelijen Negara itu.

Menurut Badjoeri Widagdo, sikap purnawirawan TNI/Polri jelas dan tegas, menolak kegiatan ini karena bertentangan dengan moral dan nilai-nilai agama berdasarkan Pancasila, serta keamanan dan ketertiban umum. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi mana pun yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Presiden tidak akan pandang bulu, baik terhadap kelompok kanan maupun kelompok kiri. Lebih-lebih terhadap PKI.

“Kendati PKI nyata-nyata dilarang berdasarkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966, namun mereka berubah wujud sebagai Komunis Gaya Baru. Mereka kita yakini ingin kembali eksis di dunia politik dan ikut Pemilu. Berbagai strategi dan taktik dilakukan, antara lain menggelar kegiatan Internasional People Tribunal (IPT) di Den Haag tahun 2016.

Lalu menggelar simposium Aryaduta. Beberapa bulan lalu, mereka mau mengadakan Pra Kongres di Jakarta Timur, tetapi syukur alhamdulillah dapat dibubarkan oleh Polri.

Kini berita terakhir, mereka akan menggelar seminar sejarah 1965/1966 pada tanggal 16-17 September 2017. Karena itu, purnawirawan TNI/Polri mengingatkan agar hal ini dicegah jangan sampai terealisasi,” ujar Badjoeri Widagdo.(Senayanpost.com)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here