Semarak Didong Jalu di Jakarta

Jakarta (LeuserAntara) : Paguyuban masyarakat Gayo di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar seni tradisional didong jalu  “semalam suntuk” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta,malam 12 Agustus 2017.

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Nova Irianysah dan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, turut hadir dalam kegiatan yang digelar sejak pukul 21.00 WIB.

Terlihat sebelum masuk ke panggung utama, Wagub Nova dan Bupati Nasaruddin disambut dengan prosesi adat Gayo tepung tawar dan penyematan upuh ulen-ulen tanda perekat silaturrahmi kedua pejabat di Aceh itu dengan masyarakat Gayo yang ada di Jakarta.

Bupati Nasaruddin menyebutkan, kegiatan didong selain untuk melestarikan kesenian dan budaya Gayo juga perekat silaturrahmi dan solidaritas antar sesama orang Gayo perantauan yang berada se-Jabodetabek, baik yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues bahkan Aceh Tenggara.

“Hidup di kota besar kadang kala disibukan dengan aktivitas rutin masing-masing, baik dikantor maupun kegiatan lain, tapi alhamdulillah dengan adanya acara seperti ini antara kita dapat saling kenal dan bertukar informasi,” ucap Nasaruddin.

Nas berhara kedepan kegiatan tersebut dapat berlanjut dan dikembangkan, sehingga orang Gayo terutama generasi muda yang berada di perantauan tidak lupa dengan budayanya sendiri.

Sementara Wagub Nova Iriansyah, mengapresiasi digelarnya didong jalu  di Jakarta, menurutnya kegiatan itu wahana untuk mempererat persaudaraan orang Gayo yang sebagian besar telah lama berada di perantauan dengan berbagai profesi bahkan telah banyak yang sukses.

Kite turah bangga mujadi urang Gayo, enti sampe mosop budayante, aku asli urang Gayo hanya saja lahir i Banda Aceh (Kita harus bangga jadi orang Gayo, budaya kita jangan sampai punah, saya asli orang Gayo hanya saja lahir di Banda Aceh-red),” ujar Nova yang terdengar fasih berbahasa Gayo.

Didong jalu mempertemukan club didong  Dewantara Kebayakan vs Permata dari Kecamatan Celala, Aceh Tengah dan turut diselingi dengan lagu-lagu Gayo yang dilantunkan sejumlah seniman, di antaranya Zuhra, Kumara dan Abadi Ayus.[] (Mika)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*