Santri Dipukuli, Pimponpes Dipolisikan

Blangekejeren (LeuserAntara) : Pimpinan Pondok Pasantren (Pimponpes) Nurul Pata Cinta Maju Kec. Blangpegayon, Gayo Lues dipolisikan oleh santrinya sendiri. Dia diduga melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, Selasa (11/9/17) mengatakan, pihaknya telah menerima laporan Kepolisian 6 September 2017 dengan nomor LP/64/IX/2017/SPKT.

Pemanggilan saksi-saksi sedang dilakukan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dalam waktu dekat Tgk. YA (inisial) selaku pimpinan Pondok Pasantren Nurul Pata juga akan dipanggil guna memberikan keterangan.

Terpisah Pengulu Cinta Maju, Atif Aman Nasir saat dimintai keterangannya, kemarin menyebutkan, Pasantren Nurul Pata berada di wilayah hukum Kampung Cinta Maju.

“Pimpinan pasantren juga tinggal di sini. Masalah penganiayaan terhadap santrinya, saya baru tahu, itupun kabar dari orang lain. sampai saat ini belum ada secara resmi memberitahu ke saya selaku pimpinan desa masalah di pasantren tersebut, “jelasnya.

Sementara itu korban penganiayaan FA, 17, kepada wartawan mengatakan, pengainayaan terhadap dirinya setelah pulang menjenguk keluarganya sakit. Izin yang diminta ke pimpinan Pasantren Nurul Pata hanya satu hari. Sedangkan dirinya absen lebih dari satu hari.

“Begitu pulang ke pasantren langsung ditanya sama tengku kenapa terlambat. Kemudian saya dimandikan di bak penampung air di malam haru. Peristiwa itu terjadi didepan istri tengku dan teman – teman. Saya juga dipukuli menggunakan gagang sapu dan pemukulan dihentikan setelah saya lemas dan tidak berdaya, ” ucapnya.

Selanjutnya, akibat pemukulan itu FA dilarikan kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Santri ini mengaku hinggi kini masih trauma.[] (TR)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*