Beranda ACEH TENGAH Ribuan Tahun Lalu Nenek Moyang Urang Gayo Sudah Mengenal Gegaring

Ribuan Tahun Lalu Nenek Moyang Urang Gayo Sudah Mengenal Gegaring

BERBAGI

TAKENGEN|LeuserAntara| Berdasarkan temuan arkeologi dalam ekskavasi (penggalian) lanjutan di Ceruk Mendale, Kec. Kebayakan, Aceh Tengah dipastikan nenek moyang etnik Gayo di zaman prasejarah sangat suka mengonsumsi gegaring (ikan jurung).

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya serakan sisa tulang ikan jurung (genus neolissochilus) di kedalaman 1 meter dari permukaan tanah. Selain itu, juga ditemukan pecahan cangkang kemiri, yang diduga sebagai umpan mengail ikan di danau Lut Tawar pada zaman itu.

“Sejak ekskavasi dimulai pada 2009 lalu, kami telah mengumpulkan 150 kilogram sisa tulang ikan jurung di situs ceruk Mendale. Artinya dipastikan ikan lezat tersebut merupakan makanan favorit pada masa itu,” ungkap Ketut Wiratnyana Ketua Tim Balar Medan, kemarin di Takengen.

Selain temuan tulang gegaring, tim arkeolog ini juga menemukan tulang ekor ikan pari berusia ribuan tahun lalu. Namun dimungkinkan ikan pari ini sengaja dibawa dari pesisir ke pegunungan bukan untuk dikosumsi, melainkan sebagai kebutuhan relegi (kepercayaan).

“Melihat dari banyak tulang ikan jurung, bisa dipastikan dulunya keberadaan species ini sangat melimpah ruah di Danau Lut Tawar. Namun, bila saat ini jenis ikan itu jauh berkurang, mungkin karena habibatnya mulai tercemar,” ringkas Ketut.

Sebagaimana diketahui, tim Balar Medan dalam ekskavasinya di Gayo ini, selain berhasil menemukan kerangka manusia purba dari ras Australomelanasoid serta ras Austronesia (mongoloid) juga mengungkap adanya pecahan grabah (tembikar), manik-manik, tulang hewan, kapak lonjong, mata panah dan lainnya dari zaman prasejarah. [] (R02/Foto: Zul MD)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here