Respon BPC Hipmi Aceh Tengah Terkait Polemik Musda ke XIII dan Mosi Tak Percaya

LeuserAntara.com – Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Tengah, Mulia Kurniawan SH, menegaskan pernyataannya menyikapi dinamika persiapan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh.  Pria yang terpilih pada 19 November 2017 dalam Musyawarah Cabang II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Aceh Tengah di Hotel Bayu Hill tersebut memberikan Tanggapan terhadap Polemik yang terjadi dalam persiapan MUSDA XIII HIPMI Aceh dan juga terhadap Mosi Tidak Percaya yang dilayangkan beberapa BPC terhadap ketua umum BPD Hipmi Aceh sdr Muhammad Furqan Firmandez.

Menurut alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut, selama ini BPD HIPMI Aceh bersikap terlalu baik terhadap BPC-BPC HIPMI kabupaten/kota yang vakum.

“Selama ini, BPD HIPMI Aceh bersikap ‘terlalu baik’ terhadap BPC-BPC HIPMI kabupaten/kota yang vakum. Semestinya mereka diberikan sanksi sesuai ketentuan organisasi,” namun Ketua Umum Hipmi Aceh yang biasa disapa Ketum Furqan ini masih berbaik hati memberikan toleransi,untuk itu menjelang akhir masa jabatannya sebagai Ketum Hipmi Aceh seharusnya kita memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada beliau,bukan malah menciptakan polemik seperti ini ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut.

Ia berharap agar BPC-BPC lebih fokus merancang program kerja yang lebih baik daripada membuat dinamika negatif dalam MUSDA HIPMI Aceh.

Lebih lanjut, lelaki kelahiran Aceh Tengah, 2 Januari 1986 ini mengimbau Steering Committee (SC) MUSDA XIII HIPMI Aceh untuk berpegang teguh pada ketentuan Peraturan Organisasi dan AD/ART yang berlaku. Pria yang biasa disapa Mawan ini juga berharap agar MUSDA XIII HIPMI Aceh dapat melahirkan kepemimpinan yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi dalam menjalankan amanah MUSDA XIII HIPMI Aceh dalam bentuk program kerja yang lebih baik di masa depan.

Ketua Umum BPC Hipmi Aceh Tengah ini juga mengatakan bahwa Mosi Tidak Percaya yang dilayangkan beberapa BPC tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal karena dasarnya adalah ketidak puasan mereka terhadap tidak lolos/gugurnya calon ketua umum yang mereka usung,sementara lolos atau tidaknya seseorang menjadi calon ketua umum diputuskan oleh Steering Committee (SC) berdasarkan Petunjuk Organisasi dan AD/ART yang berlaku,bahkan Ketua Umum Tidak Memiliki Wewenang atas keputusan tersebut.

Terakhir“ Kami, BPC HIPMI Aceh Tengah mengajak seluruh BPC yang ada di aceh untuk bersama sama mensukseskan Musda Hipmi Aceh ke XIII sebagai forum tertinggi ditingkat Provinsi,tentunya banyak semangat,ada dinamika,dan juga argumentasi,tapi yakinlah esensinya Musda ini untuk menyatukan,bukan malah memecah belah terlebih dihipmi ini sangat erat  kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin ” pungkasnya. (Azir)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*