Ratusan Honorer Datangi DPRK, Pertanyakan Rasionalisasi

REDELONG (LeuserAntara): Ratusan massa honorer datangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bener Meriah, sekita pukul 10:00 WIB, Selasa (2/1).

Kedatangan massa ini ingin minta kejelasan dari anggota DPRK dan Bupati Bener Meriah, terkait surat edaran rasionalisasi yang dikeluarkan oleh bupati beberapa waktu yang lalu.

Massa yang berjumlah ratusan orang ini, ingin berjumpa anggota DPRK, yang mereka anggap diam atas dikeluarkannya SK bupati terkait dengan rasionalisasi honorer.

Kemudian setelah beberapa saat melakukan orasi di luar, akhirnya massa dipersilahkan masuk ke dalam ruangan sidang DPRK, dan di sana sudah hadir Bupati Bener Meriah, Ahmadi, SE didampingi Sekda, Kepala BKPP, Ketua DPRK dan Kapolres dan sejumlah anggota DPRK.

Dalam ruangan, Koordinator aksi honorer, Idawati, menjelaskan bahwa dirinya dan sejumlah rekannya sudah menjadi tenaga honor belasan tahun.

Kami minta keterbukaan dari bupati dan anggota dewan, terkait rasionalisasi honorer ini.

Radiyah, yang sudah menjadi guru honor selama 13 tahun dari Samarkilang, mempertanyakan, haruskah kami dikeluarkan dari honorer? Sementara kami telah mengabdi puluhan tahun.

Jangan salah paham tentang rasionalisasi, jawab Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE. Tujuannya mengisi yang kurang, jelas bupati.

Dalam surat tersebut, jelas, bukan pemberhentian honorer, tapi rasionalisasi. Siapa yang ada mendapatkan surat yang ditandatangani dan berbunyi pemberhentian, tanya Ahmadi, serentak honorer tersebut menjawab tidak ada.

Di dalam surat sudah dijelaskan, ini rasionalisasi, kemudian mekanismenya melalui tes, dan yang dites itu para honorer itu sendiri.

“Kenapa bahasa rasionalisasi, kejadian hari ini adalah mis komunikasi, antara honorer dan kepala SKPK, saya sudah perintahkan kepada SKPK agar menjelaskan maksud tersebut,” jelas Ahamadi di hadapan masa aksi.

Bupati ini mencontohkan, Program rasionalisasi adalah disesuaikan dengan jumlah kebutuhan. Contoh, Rumah sakit Muyang Kute saat ini terdapat 550 lebih tenaga honorer dan bakti, maka ini harus dirasionalisasi agar, efektif dan efisien.

 

Sebelumnya, sempat terjadi mis komunikasi antara massa honorer dan sempat juga terjadi lemparan botol air mineral dan sejumlah alat lainnya, dan insiden ini hanya berlangsung sebentar, karena polisi dan Satpol PP cepat mengatasinya.(tim)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*