Beranda OPINI Puisi: Suara Hati Dari Lumbung Kopi

Puisi: Suara Hati Dari Lumbung Kopi

BERBAGI

Mungkin seperti inilah takdir penyair
Engkau yang menoreh luka, dan aku yang menulis sajaknya
Kopi hitam, lama menunggu nasib
Duduk murung tak menjadikannya tabah

Rinai hujan jadi pertanda di Oktober menyongsong
Rombongan punai membuat langit semakin cerah
Sekeluarga katak riang melompat-lompat
Di penghujung tahun yang sempurna
Benar adanya, hujan itu rahmat

Hujan dan secangkir kopi pahit !!!
Ada yang lebih melankolis???
Di luar hujan
Tapi akan tetap pergi
Menikmati kopi dengannya, merayakan kepergianmu

Di celah-celah hujan, aku sisipkan do’a
Agar air matamu tak lagi tumpah Dikemudian senja
Sudah pagi
Kamu sudah bisa mulai dengan rindu yang baru.

By: Mansyur Ramadhan, warga Aceh Tengah, barista di Cafe Lumbung Kopi.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here