Beranda LUAR NEGERI Polisi Jerman tangkap wartawan Al Jazeera

Polisi Jerman tangkap wartawan Al Jazeera

BERBAGI

150621002911_al_jazeera_newsroom_640x360_afp_nocredit

Seorang wartawan senior jaringan televisi al-Jazeera ditangkap di Jerman atas permintaan pemerintah Mesir.

Ahmed Mansour, yang bekerja di program bahasa Arab jaringan itu ditangkap pukul 15:20 (20:20 WIB) saat hendak terbang dari Berlin ke Qatar.

Seorang perwira polisi Jerman mengatakan, pihak berwenang Mesir telah menerbitkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Mansur.

Tahun lalu, sebuah pengadilan di Kairo menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Mansur dengan dakwaan telah melakukan penyiksaan.

Al-Jazeera mengatakan, tudingan terhadap Mansur, yang berkewargaan ganda Mesir dan Inggris, merupakan hal yang konyol dan salah.

Menurut Al Jazeera, surat penangkapan dari Mesir sudah ditolak Interpol, karena tidak memenuhi ketentuan jaringan polisi internasional itu.

Dalam twitnya Sabtu (20/6) malam, Mansur (52 tahun) mengatakan, “Saya masih ditahan di bandara Berlin, menunggu untuk dibawa pergi ke hadapan hakim,” tulisnya.

Dalam video yang direkam saat ditahan, Mansur menyebut kejadian itu sekadar “kesalahpahaman,” dan mengatakan bahwa ia berharap masalahnya akan selesai segera.

“Sangat menggelikan bahwa negara seperti Jerman bisa mendukung dan melaksanakan permintaan dari sebuah rezim diktator seperti Mesir sekarang,” katanya pula.

Hubungan Mesir dan Qatar, tempat al-Jazeera didirikan, menegang akibat dukungan Qatar terhadap Ihwanul Muslimin di Mesir.

Pada tahun 2013, tiga wartawan al-Jazeera, termasuk wartawan Australia Peter Greste, ditahan dengan tuduhan mendukung Ihwanul Muslimin.

Greste ditahan setahun sebelum dideportasi ke Australia. Sementara dua lagi, warga Kanada Mohamed Fahmy dan warga Mesir Baher Mohamed, dilepaskan dengan jaminan bulan Februari lalu, dan sidang pengadilan bagi mereka masih tertunda.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi mengunjungi Jerman awal bulan ini untuk antara lain bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel. (BBC)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here