Beranda ACEH TENGAH

Peringatan Hari Pers Nasional 2018 Provinsi Aceh di Bener Meriah

BERBAGI

Banda Aceh (LeuserAntara): Harian Analisa menggelar workshop jurnalistik di Gedung Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (30/1/2018).

Workshop yang bertemakan “Optimalisasi Peran Jurnalistik Dalam Pemberitaan Hasil Pembangunan Daerah Perbatasan Guna Memperkokoh NKRI” ini terlaksana dengan kerjasama antara Harian Analisa dan Kementerian komunikasi dan informasi Republik Indonesia.

Sejumlah wartawan baik media Cetak dan media elektronik ikut serta dalam workshop jurnalistik ini, ditambah dengan Kehadiran Ketua AJI Adi Warsidi, Azhari, SE pengurus PWI Aceh, Khalisuddin ketua PWI balai Bener Meriah dan Iranda Novandi wartawan harian Analisa sebagai narasumber yang mengemukakan berbagai pandangannya masing-masing kepada para pemburu berita tersebut.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE juga ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai keynote speaker.

Bupati Ahmadi dalam kesempatan tersebut mengemukakan “Bener Meriah siap menjadi tuan rumah Peringatan Hari Pers Nasional 2018 tingkat Provinsi Aceh” harap Ahmadi yang disambut tepuk tangan oleh para peserta.

Dikatakannya “kami selaku pimpinan Pemerintah Daerah akan mendukung pelaksanaan Peringatan tersebut, pemilihan Bener Meriah tidak terlepas dari sejarah Tugu Radio Rimba Raya sebagai bukti sejarah peran pers dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Republik ini,” jelas Ahmadi.

Selanjutnya Bupati Ahmadi menjelaskan, betapa pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan pemerintah daerah khususnya, hal tersebut ia rasakan semenjak dilantik menjadi Bupati Bener Meriah Periode 2017 – 2022 pada Bulan Juni 2017 lalu.

” Tidak akan ada dukungan, saran dan kritikan kepada Pemerintah apabila tidak adanya pemberitaan yang diinformasikan oleh insan pers kepada masyarakat ” tuturnya.

Dilanjutkannya, peran pers sangat kami rasakan, jika tidak ada pers apa yang akan terjadi? tentunya ketidaktahuan akan arus informasi dan kesulitan dalam mendeteksi berbagai permasalahan-permasalahan di daerah, pers adalah mitra Pemerintah dalam pembangunan.

Selain itu Bupati Ahmadi berharap kedepannya pers semakin kuat dan professional, ia juga menjelaskan pers memiliki undang-undang nomor 40 tahun 1999 yang melindungi kebebasan untuk berekspresi, maka gunakan kesempatan tersebut untuk mendorong Pemerintah menjadi lebih baik lagi, pers adalah sahabat pemerintah ucap Ahmadi di akhir sambutannya.

Sebelumnya Kepala Harian Analisa Aceh Keuchik Leumik menjelaskan  pembangunan daerah perbatasan, yang merupakan visi dan misi Jokowi yang dituangkan dari program unggulan dalam masa pemerintahan Jokowi sekarang ini.

“Dalam Nawacita, Jokowi menegaskan bahwa salah satu proritas utamanya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dan  pembangunan tak lagi berpusat di perkotaan melainkan harus dilakukan menyebar diseluruh pelosok” kata H. Harun Keuchik Leumiek.

“Sebab ujung dari pembangunan daerah perbatasan tersebut, tentu selain mensejahterakan rakyat dimanapun berada sebagai mandat politik Negara pembangunan daerah perbatasan mengemban misi bagaimana membangun rasa Nasionalisme,” sebutnya.

Ia menambahkan, sehingga berdampak pada kuatnya NKRI dan disini dibutuhkan tidak hanya sekedar keterlibatan pemerintah semata, namun keterlibatan lembaga stakeholder lainnya.

“Khususnya bagaimana peran jurnalis yang menjadi ujung tombak sebuah media menjadi unsur terpenting dari media masa adalah wartawan atau jurnalis, sebab merekalah yang menjadi ujung tombak sebuah media massa yang mampu dan dapat memproduksi berita-berita positif ” ujarnya.

Di akhir acara workshop tersebut keuchik leumik menyerahkan piagam perhagaan Kepada Bupati Bener Meriah yang telah bersedia mendukung dan menjadi keynote speaker kegiatan workshop jurnalistik Se-Aceh tersebut.(Ruslan)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here