Beranda BERITA Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Pengembangan Diri

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Pengembangan Diri

BERBAGI

PANDANGAN atau pendapat terhadap judul ini bahwa pada dasarnya  kepribadiaan seseorang itu sangat beragam. Di mana kepribadian ada pada diri seseorang ketika ia masih kecil, dan pada saat ia berada dalam pelukan keluarga. Tanpa disadari kepribadiaan semakin lama akan semakin berkembang.

Memang kepribadiaan itu awalnya dibentuk di keluarga, dimana orang tua mengajarkan kita hal- hal yang bermanfaat mulai dari yang sangat kecil, mengajarkan kita untuk berbicara memanggil ayah dan ibu.

Kedua yaitu, dengan teman sebaya kita pada saat kita melihat teman sebaya kita lebih kreatif, aktif, dan banyak memberikan motivasi kepada teman kita yang lain. Di situlah terkadang kita berfikir mengapa kita tidak bisa seperti dia?

Pada akhirnya kita berpikir bahwa kita pun ingin seperti dia dengan membentuk kepribadiaan di dalam diri kita sendiri, itu minimalnya.

Pada masa saat ini juga kita tidak dapat lepas dari yang namanya sosial media, dimana orang-orang sangat banyak mengunakan alat modern ini. Di dalam sana kita dapat menemukan bagaimana orang-orang luar yang sangat luar biasa dapat membentuk kepribadiaannya hingga sukses tanpa mengunakan uang.

Namun, hanya mengunakan akal dan pikiran sehingga mereka dapat membentuk kepribadianya dan menjadi orang yang sangat dermawan di kehidupannya.

Terakhir yang dapat membentuk kepribadiaan seseorang yaitu masyarakat. Dimana apabila kita bergaul dengan orang-orang yang kreatif kita dapat bertukar pikiran dengan orang terdekat yang ada pada masyarakat tersebut.Menjauhkan diri dari rasa manja, angkuh, dan kita dapat lebih menghormati orang yang lebih tua. Sehingga dapat memajukan masyarakatnya dengan kepribadiaan pada diri seseorang.

Ditambah lagi, pada saat ini ada pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah pegembangan kepribadiaan, dengan adanya mata kuliah ini mahasiswa semakin dapat memebentuk kepribadiaanya. Bukan hanya di keluarga, teman sebaya, sosial media, dan masyarakat tetapi juga negara.

Kelompok kuliah pengembangan kepribadiaan kewarganegaraan yang termuat dalam kurikulum pendidikan, menekankan kejelasan hasil didik, sebagai seorang yang memiliki kemampuan dalam hal menguasai ilmu dan keterampilan dalam bentu kekaryaan menguasai sikap berkarya secara profesional. Menguasai hakikat dan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Perubahan pendidikan ke masa depan adalah salah satu tujuan agar tidak mengendalikan hal-hal yang negatif. Pendidikan ke masa depan ini tentunya semakin ke depan akan semakin maju.

Mempersiapkan pribadi sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertangungjawab. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup, menyelengarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasa, pengembangan, dan penyebaran ilmu pengetahuan tekhnologi dan demi kepentingan manusia.

Seseorang yang membentuk kepribadiiannya dengan benar dan teliti akan menjadi orang yang disiplin dalam segala hal. Mengembangkan sikap dan prilaku kewarganegaraan yang mengapresiasikan nilai nilai moral etika dan regilius, menjadi warga negara yang cerdas berkarakter, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menambah kebangaan jiwa, dan semangat nasionalisme dan rasa cintah tanah air.

Selanjutnya, mengembangkan sikap demokratik berkedepanan dan bertangung jawab, seta mengembangkan kemampuan bersaing adil di era globalisasi, dan menjunjung tinggi nilai keadilan.

Namun pembentukan kepribadiaan seseorang tidak lepas dari sila yang lima: dimana segala sesuatu yang kita lakukan haruslah niat karena Tuhan yang maha esa, adanya penilaian dan kelakuaan yang adil di negara ini, adanya perstatuan di Indonesia, kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksaan, dan keadilan yang dirasakan oleh semua rakyat, sehingga kepribadiian itu terbentuk secara baik dari masa ke masa.

Pada intinya, bahwa pembentukan kepribadiaan itu tidak terlepas dari keluarga, teman sebaya, sosial media, dan masyarakat. Di tambah dengan adanya pendidikan civic education yang membahas tentang pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah pengembangan kepribadiaan ini sangat membantu para siswa untuk lebih mandiri, kreatif, dan memiliki kepribadiaan yang sangat luar biasa di setiap individunya.

Pembentukan kepribadiaan juga tidak dapat lepas dari sila yang lima, untuk menuju Indonesia yang lebih maju, amanah, aman dan tentram serta orang-orang yang cerdas penuh dengan karya-karya yang lebih berbeda dan dapat menjadikan negara maju dan tidak kalah saing dengan negera- negera luar.

Selain itu juga kita adalah khalifah di muka bumi ini sebagaimana firman Allah pada surah AL-AN’AM ayat 165: yang Artiya;

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan ia mengangkat derajat sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia)yang di berikannya kepadamu. Sesungguhnya Tuhan mu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh dia maha pengampun, maha penyayang.” [] ***Oleh: Supita Kunanti.  Aktif sebagai mahasiswi di STAIN Gajah Putih, jurusan Ushuluddin dan Dakwah.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here