Pemekaran Prov. ALA Temui Jalur “Buntu”

TAKENGEN|LeuserAntara|Keinginan masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk meraih Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) menemui jalan “buntu”. Hal itu disebabkan belum maksimalnya perjuangan perwakilan rakyat di pusat.

“Ini pil pahit perjuangan pemekaran ALA. Harapan masyarakat untuk meraih pemekaran kini terkesan mimpi. Pergerakan perwakilan tokoh ALA di pusat mandul,” kata Zamzam Mubarak Ketua KP3 ALA kepada LeuserAntara. com, Sabtu (25/03/17) di Takengen.

Menurutnya, meski upaya pemekaran Provinsi ALA masuk dalam isu perencanaan strategis nasional, namun tidak adanya anggaran Pembentukan Daerah Otonomi Baru (PDOB) di APBN 2017 mengguatkan dugaan “lemahnya” perjuangan elit ALA di DPR RI.

“ALA murni keinginan rakyat. Bukan jembatan politik untuk memuluskan ambisi. Seharusnya perwakilan ALA di DPR-RI bisa menjaga komitmen itu,” sebut Zamzam.

Sisi lainnya, tambah dia, sulit dicerna nalar jika pemekaran ALA tidak mampu diterobos di pusat. Itu lantaran keterwakilan rakyat di DPR-RI saat ini ada dari kader partai “penguasa”. Artinya, secara politis seharusnya pintu gerbang menuju pemekaran provinsi baru sudah terbuka lebar. Namun sejauh ini terkesan tidak mampu dimanfaatkan.

“Tahun ini (2017) merupakan penentuan lahir atau tidaknya ALA. Kenapa demikian? Ini lantaran kedepannya akan mulai memasuki tahun politik menuju pemilihan legeslatif,” ungkapnya.

Dari itu, sambung Zamzam, sudah sepatutnya seluruh elemen pendukung lahirnya ALA, khususnya di parlemen untuk tidak lalai memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Saya juga sudah berulang melakukan koordinasi dengan tokoh ALA di pusat, namun sejauh ini belum bisa ditarik kesimpulan apapun untuk upaya pemekaran daerah ini sebagai provinsi baru,” ringkasnya. [](tim)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*