Pembangunan Gapura Perbatasan Gayo Lues – Abdya Asal Jadi

Blangkejeren (LeuserAntara): Pembangunan Gapura tanda batas antara Kabupaten Gayo Lues, dengan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ditinggal lari oleh rekanan kontraktirnya.

Pasalnya, bangunan yang sudah setengah jadi itu tidak lagi dikerjakan oleh pihak pemborong, meskipun pekerjaan sudah selesai berkisar 50 persen.

Rinaldi warga Gayo Lues yang sering melintasi perbatasan itu Jum’at (17/11) mengatakan, pembangunan gapura perbatasa dikerjkan pemerintah  tahun 2016 silam, dan hingga saat ini masih belum selesai meskipun kondisinya mulai ditumbuhi rumput.

“Dilokasi tidak ada lagi papan plang namanya, jadi kita tidak tahu Perusahaan apa yang mengerjakan berapa jumlah anggaran serta CV apa yang mengerjakanya,” jelasnya.

Ia berharap, Pemerintah meninjau dan segera menyiapkan bangunan tersebut, sehingga anggaran yang sudah di plotkan tidak terkesan mubazir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues Ibrahim Saleh, yang ditanyai terkait bangunan gapura pembatas anatara Gayo Lues dengan Abdya mengaku tidak tahu, dan kemungkinan besar dikerjkan oleh pihak Provinsi Aceh tanpa pemberitahuan kepada Kabupaten Gayo Lues.

“Sayapun tidak tahu itu, mungkin dikerjakan oleh pihak provinsi, sebab, jalan tersebut jalan lintas provinsi dan mengenai pembangunannya kewenangan pihak sana,” katanya.

Ia mencontohkan seperti pembangunan gapura perbatasan antara Gayo Lues dengan Aceh Tenggara, semua itu dikerjakan oleh pihak provins tanpa koordinasi dengan kabupaten, dan baru diketahui setelah bangunan itu selesai dikerjakan.(TR)

 

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*