Pacu Kuda Tradisionil Gayo Ditutup Wagub Aceh

Takengen (LeuserAntara) :  Event pacuan kuda tradisional Gayo yang telah berlangsung selama sepekan, 21 – 27 Agustus 2017 di lapangan HM Hasan Gayo Belang Bebangka, Kec. Pegasing, Aceh Tengah secara resmi ditutup Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Nova Iriansyah.

Dikesempatan itu, Wagub Aceh Nova Iriansyah didampingi langsung Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, Bupati Bener Meriah Ahmadi dan sejumlah Unsur Forkopimda, tiba di Lapangan HM Hasan Gayo menjelang siang setelah sebelumnya disambut di Pendopo Bupati Aceh Tengah.

Pacuan kuda tradisional Gayo yang digelar dalam rangka memeriakan HUT ke-72 RI di Aceh Tengah diikuti tiga kabupaten serumpun, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Disampaikan Bupati Nasaruddin even pacuan kuda di Aceh Tengah sekaligus sebagai ajang silaturrahmi akbar masyarakat di dataran tinggi Gayo dari tiga kabupaten tetangga.

“Untuk Aceh Tengah diselenggarakan dua kali dalam setahun yaitu memeriahkan HUT kemerdekaan RI dan memperingati hari jadi Kota Takengon setiap bulan Februari,” kata Nasaruddin.

Dihadapan Wagub Aceh, ia juga menyampaikan kondisi beberapa bagian arena arena pacuan kuda HM Hasan Gayo yang belum memadai.

“Dari segi panjang trek lapangan sudah memenuhi standar Pordasi, yang perlu dibangun beberapa bagian tribune yang belum memenuhi syarat. Kami usulkan  penyempurnaan tribune seperti perpanjangan bangunan sisi kiri dan kanan tribune paling tidak pada tahun 2018 diharapkan dapat disempurnakan bertahap,”  kata Nas.

Senada dengan Bupati Nasaruddin, Wagub Nova menyampaikan pacuan kuda tradisional Gayo bukan sekedar kegiatan olahraga, namun ajang silaturrahmi antar tiga kabupaten serumpun.

“Melalui even pacuan kuda tradisional Gayo kita bangun persatuan dan kesatuan membangun tanah Gayo lebih baik kedepan dengan dilandasi rasa solidaritas dan semangat tinggi,” ujar Nova dihadapan ribuan penonton yang memadati lapangan pacu HM Hasan Gayo.

Hal lain titirnya, yang tidak kalah penting rakyat dataran tinggi Gayo harus dapat melaksanakan pacuan kuda tradisional Gayo pada tahun berikutnya lebih meningkat dan lebih baik.

Begitupun terkait fasilitas arena pacuan kuda, kata Nova mulai tahun 2018 akan berkolaborasi dengan masyarakat Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues untuk bersama-sama membangun sarana dan prasarana lapangan pacuan kuda.

“Selain itu kita juga berupaya bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Kebudayan dan Priwisata untuk memikirkan peningkatan sarana dan prasana di arena pacuan kuda HM Hasan Gayo, sehingga diharapkan pada 2018 arena pacuan kuda ini punya wajah baru,” tambah Nova.

Pada acara penutupan tersebut, Wagub Nova Iriansyah, Bupati Nasaruddin dan Bupati Ahmadi menyerahkan hadiah berupa thropy dan uang pembinaan bagi pemilik kuda dan joki yang keluar sebagai juara.[] (Mika)

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*