Beranda OPINI Oknum Dewan Sebaiknya Koreksi Diri

Oknum Dewan Sebaiknya Koreksi Diri

BERBAGI

Oleh: Waladan Yoga

Jalan berlubang dikrtisi, bagus jugalah dari pada nggak kritis sama sekali. Sepertinya kita harus belajar lebih dalam soal kewenangan dan belajar kewenangan sambil menghitung aspirasi dan peluang lainnya dibelakangnya.

Soal dorongan kebijakan? terus ngapain duduk disitu, kalau tidak mendorong apapun secara lembaga? Padahal lembaga juga dibenarkan untuk membuat kajian dan kebijakan bersama.

Kenapa tidak dikritisi dari internal saja dulu, Contoh sederhana mobil ketua DPRK Bener Meriah setahu saya masih berplat hitam?

Padahal, dibeli dari uang rakyat Bener Meriah. Internal DPRK juga sulit mengukurnya. Nah… minimal untuk mengukur kinerja ketua DPRK kan nggak ribet-ribet kali. Kenapa nggak dikritisi? padahal nyata didepan mata, barangnya pun jelas. Kenapa tidak disampaikan ke publik? Ayo…

Paling menarik yang harus dikritisi adalah aspirasi anggota DPRK dibawa kemana saja dan siapa penerima manfaatnya? Karena jelas aspirasi itu ada barangnya dan jelas siapa pengusulnya.

Dunia persilatan sedang bersilat secara jahat dan sepertinya, perlu Bimtek soal keterbukaan dan niat untuk memperbaiki dari internal dulu.

Biaya Bimtek sudah dianggarkan, banyak pula. pokoknya ngak ada alasanlah untuk tidak membimtekkan diri supaya semakin pinter. Gitu saja dulu…

Banjir Kucuran Uang Negara

Partai pemenang dapat jatah kurang lebih hampir Rp. 70.000.000/tahun (istilah kerennya dana pembinaan), belum lagi potongan Gaji anggotanya yang duduk di Dewan sebesar Rp. 3.000.000/Bulan, Belum lagi sang pimpinan suka “nyekot” Aspirasi Anggotanya, motong ditikungan.

Pokoknya penghasilan partai pemenang untuk menutupi jalan berlubang yang diprotes itu pasti bisa.

Penghasilan partai pemenang yang bersumber dari anggaran negara dan resmi sudah jelas peruntukanya, aturannya jelas. Mau ngak dibuka ke-publik pendapatan partai yang bersumber dari keuangan Negara?

Dari pada “dibongkar” laporan penggunaan keuangan dana kepartaian diperuntukan untuk apa saja, kan lebih baik nempel jalan berlubang saja.

Biar lebih banyak manfaatnya dan tingkat kemaslahatan ummat lebih terasa. Jangan buncitkan perut sendiri.

Sudah saya bilang perbaikan kebobrokan dari dalam dulu, baru kritikan perbaikan keluar dapat dipercaya tingkat kebenarannya.

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here