Beranda KHUTBAH JUM'AT Nabi Menggelar Shalat Jumat Pertama Kali di Wadi Ranuna

Nabi Menggelar Shalat Jumat Pertama Kali di Wadi Ranuna

BERBAGI

490x326xgurun-490x326.jpg.pagespeed.ic.r6SmMtCkgE

PERMULAAN shalat Jum’at pertama kali adalah ketika muncul perintah dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad, ketika beliau masih berada di kota Mekkah dan sedang dalam persiapan untuk melakukan hijrah atau perjalanan ke kota Madinnah.

Dinukil dari Fiqih Islami wa Adillatuhu, disebutkan bahwa shalat Jum’ah sudah diwajibkan ketika Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berada di Makkah, sebelum terjadi Hijrah. Seperti yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh: “Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diizinkan untuk melaksanakan Shalat Jum’at sebelum melaksanakan Hijrah.

Akan tetapi, kaum Muslimin tidak bisa berkumpul di Makkah, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menulis surat kepada Mush’ab bin Umair yang berada di Madinah: ‘Amma ba’du, perhatikanlah pada hari ketika orang-orang Yahudi mengumumkan untuk membaca kitab Zabur di hari Sabath-nya! Kumpulkanlah wanita-wanita dan anak-anak kalian! Jika siang telah condong separuhnya, di tengah siang hari Jum’at, mendekatlah kepada Allah dengan dua raka’at.”

Pada masa itu masih terjadi sengketa dengan kaum Quraisy (yang belum mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah), maka perintah tersebut tidak bisa dilakukan.

Sebab sebagaimana yang telah diuraikan di atas, bila salah satu syarat sahnya pelaksanaan shalat Jum’at adalah harus dilakukan dengan berjamaah. Padahal ketika itu sangat sulit untuk mengumpulkan umat Islam secara bersama-sama di satu tempat dan pada waktu yang sama pula dalam keadaan yang tidak aman.

Namun, meski tidak bisa melaksanakan shalat Jum’at, Nabi Muhammad masih sempat mengutus salah seorang sahabatnya yang bernama Mush’ah bin Umair bin Hasyim yang tinggal di kota Madinnah, agar dia mengajarkan Al-Qur’an pada penduduk kota itu. Pada saat inilah sejarah shalat Jum’at dimulai.

Karena selain mengajarkan Al-Qur’an, sahabat setia Nabi tersebut juga meminta ijin pada beliau untuk menyelenggarakan ibadah shalat Jum’at. Dan, Rasul dengan senang hati mengijinkannya. Jadi, Mush’ah bin Umair bin Hasyim adalah orang yang pertama kali melakukan ibadah ini.

Sementara, Nabi Muhammad sendiri baru bisa melakukan shalat Jum’at, ketika dia sudah berada di kota Madinnah. Pada waktu itu, beliau ada di suatu daerah yang bernama Quba’ dan menemui sahabat dekatnya yang lain yang bernama Bani ‘Amr bin ‘Auf. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin pada 12 bulan Rabi’ul Awwal.

Kemudian tiga hari sesudahnya, yaitu hari Kamis, Nabi mendirikan sebuah masjid. Mesjid yang pertama didirikan oleh Nabi adalah Mesjid Quba. Keesokannya, pada hari Jum’at, Nabi Muhammad bertemu lagi dengan sahabatnya itu di kota Madinnah yang akan mengadakan shalat Jum’at di sebuah lembah yang telah dijadikan masjid dan tempatnya tidak begitu jauh dari mereka berdua.

Mengetahui hal tersebut, maka Nabi Muhammad memutuskan untuk ikut melakukan shalat Jum’at sekaligus berkhutbah sebelum pelaksanaan shalat. Inilah khutbah pertama yang dilakukan oleh Rasul, ketika berada di kota Madinnah. Begitulah sekilas sejarah shalat Jum’at menurut catatan dan bukti-bukti yang ada.

Jum’at pertama yang dilakukan Rasul SAW adalah di Wadi Ranuna, sekitar satu kilometer dari Masjid Quba, atau kurang lebih empat kilometer dari Madinah al-Munawwarah. Di sana kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Masjid Jum’at.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here