Beranda GAYO LUES

Musim Hujan, Gayo Lues Rawan Banjir

BERBAGI

Blangkejeren (LeuserAntara): Hujan deras melanda Kabupaten Gayo Lues, mengakibatkan badan jalan ditutupi material longsor serta banjir bandang, seperti yang dialami Binteh Aman Salamiah ,58, warga Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues rumah milik nya hanyut berserta isinya.

Informasi yang dihimpun oleh Medan Bisnis Jumat (14/12) sekitar pukul 20.00 WIB, curah hujan yang sangat deras di seluruh wilayah kecamatan Puteri Betung, sehingga membuat sungai meluap, akibatnya beberapa rumah warga di Desa Marpunge mengalami kerusakan dan sebagian ikut dibawa aliran sungai.

Selain Desa Marpunge juga Desa Tetumpun rumah warga di terjang derasnya air sungai Alas, dan membuat warga harus mengungsi ketempat yang lebih aman. Hingga saat ini belum diketahui korban jiwa dan kerusakan yang dialami warga setempat.

Camat Putri Betung Muhammad Jon mengatakan, air sungai meluap kepermukaan rumah warga mengakibatkan jembatan Gantung yang ada di desa Marpunge ikut hancur berantakan.

Jembatan Desa Marpunge Titi juga ikut terkena imbas dari ganasnya air sungai ini, jembatan Pintu Gayo juga mengalami hal yang sama, dan jembatan yang ada di kampung Siongal-ongal dikabarkan juga ikut diterjang ganasnya air.

Selain itu ganasnya air sungai juga ikut memporak porandakan Mushola Kampung Marpunge Pekan, yang membuat hampir semua isi Mushola ikut dibawa air dan Pesantren Safinatussalamah juga ikut tergenang air sungai ini serta menenggelamkan beberapa ruanganan yang ada di pesantren tersebut.

Kala Pinang  dan Kendawi Juga Mengalami Banjir.

Sumiati salah satu warga kendawi selaku korban banjir lokasi rumah yang bertempat di pingir Caffe Kala Pinang telah hanyut di bawa air sekitar jam 11 malam. 

Sumiati mengatakan kepada wartawan, semenjak keluarga saya pindah dari Jawa ke Blangkejeren  tinggal di Kala Pinang untuk berjualan sebagai kebutuhan ekonomi dan rumah yang di tepati sampai saat ini telah hilang di hanyut tidak ada yang tersisa sedikitpun.

Menurutnya, kerugian yang dicapai lebih kurang 50 juta, untuk sementara ini kami numpang di rumah kecil lokasinya tidak jauh dari pinggir jalan Kala Pinang, jelasnya.

Saya tidak tau lagi harus berbuat apa karena yang namanya musibah kita tidak pernah tau kapan datangnya dan saya berharap kepada  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk memberikan perhatian dengan musibah yang saya alami.

Sementara pihak sekolah SMPN satu atap Kendawi mengatakan Sekolah yang tekenak banjir sebelumnya sudah pernah diajukan kepada Pemerintah memperbaiki lokasi sekolah karena sering rawan banjir. Tapi hal ini belum ada terlihat solusinya sampai saat ini yang telah tiba terkenak bajir untuk sekian kalinya bahkan sebelum kejadian sudah pernah ditinjau beberapa kali dan disampaikan juga saat kunjungan kerja Bupati sebelum kejadian bajir tapi sayangnya sampai sekarang belum ada perbaikan.

Aliran Sungai Desa Badak Meluap Beberapa Rumah Warga Dan Sebagian Akses Jalan terputus

 Aliran sungai Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang kembali meluap dan merendam persawahan masyarakat. Kejadian ini terjadi pada Kamis malam, 13 Desember 2018 sejak pukul 22.00 WIB hingga menjelang pagi hari.

Kampung Rebe Kecamatan Dabun Gelang  terendam air cukup parah, namun pada Jumat (14/12) air sudah mulai surut. Dinformasikan oleh Sekdes Kampung Rebe, Armansyah bahwa, musibah ini terjadi saat curah hujan mulai deras, tepatnya dimulai pada malam hari hingga menjelang pagi.

Pada Kamis malam ada sekitar 13 rumah warga yang tergenang air namun tidak mengalami kerusakan parah (pemilik belum terdata), dan pagi ini air sudah surut. Kemudian mengenai kerugian warga saya rasa juga cukup besar, karena banyak hasil panen berupa padi yang terendam dan tidak dapat digunakan lagi. 

Ditambah lagi akses jalan utama Kampung Rebe masih belum bisa dilewati karena tergenang air yang cukup tinggi. Untuk areal persawahan sekitar 30 persen yang terendam, selain itu ada juga laporan warga mengenai ternak mereka yang hilang dan masih dalam pencarian,” sebutnya.

Pada Jumat pagi (14/12), pihak dinas sosial dan BPBD sudah meninjau lokasi banjir namun belum ada tanggapan dan upaya apapun. Kami berharap kepada pemerintah dan Dinas terkait agar dapat memperhatikan daerah aliran sungai Badak, kondisinya saat ini sudah mulai dekat dengan permukiman warga. Kalau setiap musim hujan kondisi kampung kami seperti ini tentunya sangat mengganggu aktivitas warga. Dan kerugianpun akan terus bertambah,”  Armansyah.

Diinformasikan lagi oleh Warga Desa Badak , Aman Mayang, “Sawahnya juga terkena banjir pada Kamis malam kemarin. Kami sangat terkejut dan sedih dengan kejadian ini. Sawah saya berada diantara dua aliran sungai ini, namun satu yang saya sesalkan, pinggiran sungai diseberang sana sudah dibangun pembatasnya, namun disebelah sini belum ada oleh sebab itulah air sungai langsung mengalir menggenangi sawah saya. Dan melalui humas kami mohon untuk disampaikan agar disebelah sini juga bisa dibangun pembatas air agar air tidak meluap lagi,” tutup Aman Mayang.

(Teuku Ramli)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here