Beranda BANDA ACEH

Mulyadi: “Wali Nanggroe Harus Bersikap Soal Penolakan Izin Tambang di Aceh”

BERBAGI

Banda Aceh (LeuserAntara): Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Aceh Tengah mendesak Wali Nanggoroe Aceh untuk bersikap tegas menolak izin pertambangan emas yang memicu keresahan di tengah masyarakat luas.

Ketua DPC GMNI Aceh, Mulyadi dalam keterangan Persnya mengutarakan, pihaknya menganggap Wali Nanggroe sebagai pemangku yang diberikan tanggung jawab mempersatukan Aceh telah gagal menjalankan fungsinya ditengah gencarnya penolakan izin tambang di Aceh yang dinilai tidak clean and clear.

Padahal lanjutnya, Wali Nanggroe melalui Majlis Pertambangan dan Energi memiliki kewenangan dalam kebijakan Pertambangan di Aceh.

Ia juga mendesak agar Wali Nanggroe memberikan pertimbangan kepada Plt Gubernur Aceh agar menerbitkan kebijakan moratorium pertambangan.

“Terlalu banyak anggaran yang dihabiskan untuk Wali Nanggroe dan hal tersebut tidak sebanding dengan kinerja lembaga tersebut” Kata Mulyadi, Jumat (12/4).

Selain menolak kehadiran PT. EMM, rakyat juga menolak kehadiran PT. Linge Mineral Resorce dengan rencana penambangan dan pengolahan biji emas Dmp dengan rencana lokasi di Kec. Linge tepatnya Proyek Abong, Lumut, Owaq, dan Penarun.

GMNI Aceh mengingatkan kepada Wali Nanggore bahwa Linge merupakan daerah yang memiliki nilai-nilai sejarah yang penting dari asal asul Aceh yang sebenarnya dan harus dianggap sebagai khazanah di Aceh yang wajib dilindungi dan dilestarikan.

“Jadi kalau Wali Nanggore tidak peduli terhadap Linge, artinya tidak ada ruang bagi Malik Mahmud layak dan patut diposisikan sebagai Wali Nanggroe di Aceh,” tukasnya.[](Ir)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here