MIN 1 Simpang Tiga, Sekolah Favorit Berlahan Sempit

Redelong (LeuserAntara): Sebelum dilakukan pelebaran lokasi Masjid Babussalam Simpang Tiga Redelong, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) memiliki ruangan kelas belajar yang memadai, namun setelah pelebaran, lahan menyempit tempat belajar berkurang, imbasnya jam belajar murid dikurangi dan waktu belajar dibagi.

Bahkan, menurut Ahmad Yani, Kepala Sekolah Min 1 Simpang Tiga, sekolah mereka sudah tidak lagi memiliki tempat untuk dibangun Ruang Kelas Belajar (RKB), Rabu (17/1/2018),

“ Saat ini, kami sudah tidak memiliki lahan dan kami berharap, ada donatur yang bersedia membelikan lahan untuk sekolah, jika tidak, kita harus membangun sekolah bertingkat di lahan yang sempit ini,” keluhnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Wakil Kepala Sekolah Ihsan, Spdi, mengatakan, pihaknya  telah berusaha untuk mengurangi jumlah penerimaan murid baru.

Namun, masyarakat diseputaran Simpang Tiga tidak menerima dan tetap ngotot untuk menyekolahkan anaknya di MIN 1 Simpang Tiga Redelong.

Jam Belajar Dipersempit dan Dibagi Hingga Sore

Karena kurangan RKB (Ruang Kelas Belajar), pihak sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bener Meriah melakukan pembagian jadwal belajar untuk anak didiknya, bergulir waktu belajar, hingga 4 jam setiap harinya.

Madrasah ini memiliki 712 siswa, dan ruangan belajar tersedia sebanyak 9 kelas,” sehingga kami membagi jadwal pelajaran murid untuk masuk pagi dan siang,” demikian sebut Ahmad Yani Kepala Sekolah Min 1 Bener Meriah, Simpang Tiga, Kamis (18/1).

Seharusnya, sebut kepala sekolah ini, dalam sehari siswa belajar 6-5 jam, akibat keterbatasan ruangan, pihaknya mengurangi jam belajar 5 menit setiap mata pelajaran.

“Jika 1 mata pelajaran 30 menit kita kurangi menjadi 25 menit, kemudian waktu istirahat yang diberikan untuk siswa menjadi sedikit,” sebutnya.

ia mengatakan, untuk pembagian sesi tersebut,  Kelas 1, 2, dan 3 harus masuk pagi, yakni, dari pukul 07. 45 wib hingga 11.30 Wib, selanjutnya untuk sesi masuk siang kelas 4, 5, dan kelas 6 harus belajar dari  pukul  11.45 Wib  – 15.00 wib sore.

Menurutnya,  jumlah murid yang ada di sekolah tersebut telah melebihi kapasitas, sehingga, setelah pembagian jadwal masuk pun dalam satu RKB diisi oleh 40-50 orang siswa.

“Kita tidak punya pilihan lain dan setelah bermuswarah kita lakukan pembagian ini dan setelah diberlakukan banyak anak yang keluar karena tidak mau masuk sore katanya, ” katanya.

Selain itu, salah seorang orang tua murid, Ayukarina ,30, warga Bale Atu, mengaku, sekolah tersebut merupakan sekolah favorit dan ia juga berkeinginan agar anaknya dapat masuk belajar pagi.

“Jangan ada masuk siang,  repot, dan anak tidak konsentrasi lagi mengikuti jam pelajaran apalagi waktu belajar hanya 4 jam,” Katanya (Izq).

Foto: Ilustrasi 

Komentar Via Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*