Beranda ACEH TENGAH Milik Rakyat, Danau Lut Tawar Jangan di Pagar

Milik Rakyat, Danau Lut Tawar Jangan di Pagar

BERBAGI

Takengen (LeuserAntara) : Para warga yang menikmati libur lebaran di Danau Lut Tawar, Takengen, Aceh Tengah berharap ┬átempat potensi tujuan wisata di seputaran danau tidak dipagar secara sepihak karena dapat mempersempit ruang “gerak” pengunjung untuk berwisata.

“Danau ini (Lut Tawar – red) potensi daerah untuk menarik minat wisatawan. Tapi, sangat disayangkan, nyaris di setiap sudutnya dibatasi pagar,” ujar Suparman, seorang wisatawan asal Takengen yang selama ini merantau di Kalimantan ketika dimintai keterangannya, Minggu (17/6) di lokasi danau kebanggaan rakyat Gayo itu.

Menurutnya, Danau Lut Tawar saat ini menggalami kondisi beda dengan puluhan tahun sebelumnya. Meski secara “fisik” sudah mengalami kemajuan sarana transfortasi serta munculnya geliat pengembangan obyek wisata, namun untuk kebebasan warga jauh lebih nyaman pada masa lalu.

“Dulu, di bawah era tahun 2000-an di sekeliling danau ini masih dipenuhi pohon-pohon rimbun. Mayoritas titik tempat berwisata tidak ada yang di pagar, kalaupun ada hanya di areal pertanian. Itu juga dalam jumlah sedikit. Tapi kini, ada kesan danau ini sudah jadi milik diri pribadi, bukan hak setiap masyarakat di Gayo,” ucapnya.

Terpisah, hal senada diutarakan Junaidi, wisatawan lokal dari daerah kopi itu. Ia menyayangkan Lut Tawar yang merupakan primadona wisata di Gayo belum terkelola secara baik. Seharusnya pemerintah daerah mampu bersikap lebih tegas dalam menerapkan aturan, sehingga keberadaannya selain bisa menjadi tumpuan sumber ekonomi bagi warga juga dapat menyokong PAD di Aceh Tengah.

“Tentu kita berharap tata kelola danau ini bisa lebih baik. Sehingga keberadaannya dapat bermanfaat bagi semua pihak, yang bukan saja untuk para pengelola di sisi danau, tapi masyarakat Aceh Tengah secara umum,” ucapnya.

Catatan Leuserantara.com, danau tempat berbiak ikan khas depik (rasbora tawarensis) ini merupakan lokasi tujuan wisata masyarakat di daerah kopi itu.

Selain wisatawan lokal, biasanya pengunjung luar daerah kerap menyambanginya bersama keluarga. Terutama di moment libur lebaran, dipridiksi ada ribuan pelancong yang memadati obyek lokasi wisata yang menyebar di seputar Lut Tawar. [] (Laporan/Editor: Irwandi MN)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here