Beranda ACEH TENGAH

Melongok Tradisi Memacu Kuda di Gayo

BERBAGI

KEPULAN debu beterbangan ke udara. Ringkikan suara kuda berpacu mengejar waktu. Pecutan rotan menggelegar memecah keheningan alam. Tubuh kesatria kecil melayang melawan terjangan angin. Raut wajah polos berhias buliran keringat diantara deburan degup jantung memompa darah.

Di sisi lain, sorak sorai penonton membahana di samping lintasan. Teriakannya seperti suara amukan tawon yang menggema. Mereka tak menghiraukan ceceran debu berserak¬† menghinggapi bagian pakaian serta “wajah” arena yang berubah warna.

Itulah sekilas suasana perhelatan lomba pacuan kuda tradisionil yang sedang berlangsung saat ini dalam memeriah HUT Ke 442 Kute Takengen di arena Belang Bebangka, Kec. Pegasing, Aceh Tengah.

Di daerah penghasil kopi arabika gayo ini, event tersebut digelar dua kali dalam setahun. Selain di moment HUT Kute Takengen yang diperingati di setiap Februari juga berlangsung di Agustus memeriahkan HUT RI.

Bila anda berkunjung di saat perlombaan tersebut digelar, bisa jadi akan terpana. Bagaimana tidak, pagelaran ini selalu menarik ketika kita menyaksikan antraksi “sirkus” para joki cilik. Mereka para bocah penunggang kuda yang masih berusia belia.

Dalam mengejar angin, joki berumur masih belasan tahun itu tidak mengenakan pelana. Mereka hanya memakai baju berwarna warni sebagai atribut pembeda. Sedang, ditangan mungilnya ada bilahan rotan sebagai alat pemecut. Pun begitu, sebagai pengaman,  pemacu adrenalin ini pastinya memakai helm pelindung kepala.

Sementara “jauh” dari hiruk pikuk keramaian penonton dan joki penunggang kuda, di sudut lain di arena balapan itu, ratusan para pedagang disibukan dengan rutinitasnya mengais rezeki. Pencari rupiah ini memaanfaatkan keramaian pengunjung untuk berjualan.

Pacuan kuda di Gayo merupakan tradisi masyarakat sejak zaman endatu di daerah pedalaman Aceh ini. Selain di Aceh Tengah, budaya ini juga menjadi agenda tetap tahunan di Gayo Lues maupun Bener Meriah. Ketiga kabupaten ini sendiri merupakan daerah potensi sebagai lumbung kuda pacu andal dengan harga jual cukup mengiurkan.[]**Irwandi MN

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here